Impor pada Mei 2018 meningkat, mulai gabah hingga bom

Selasa, 26 Juni 2018 | 06:47 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Impor barang ke Indonesia mengalami peningkatan sepanjang Mei 2018 jika dibandingkan April 2018. Kenaikan impor menyebabkan neraca perdagangan Indonesia pada Mei 2018 defisit sebesar US$ 1,52 miliar.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengatakan, kenaikan impor terjadi untuk semua jenis barang, baik barang konsumsi, barang modal maupun bahan baku.

"Jadi peningkatan konsumsi ini memang biasanya terjadi ketika kita memasuki Ramadan dan Lebaran. Untuk (impor) bahan baku kita harapkan dapat menggerakkan industri dalam negeri, barang modal kita harapkan mampu menggerakkan investasi," ujar dia di Kantor BPS, Jakarta, Senin (25/6/2018).

Berdasarkan data BPS, impor barang konsumsi pada Mei 2018, terdiri dari berbagai jenis beras dan gabah sebesar US$ 143,1 juta atau naik 140,9 persen dibandingkan April 2018. Lalu bom, geranat, terpedo dan sejenisnya ?sebesar US$ 21,6 juta atau naik 208,57 persen. Selain itu, anggur segar sebesar US$ 34 juta atau naik 55,96 persen.

Untuk bahan baku, gula mentah (raw sugar) sebesar US$ 240,5 juta? atau naik 67,83 persen, emas gumpalan dan batangan sebesar US$ 226,6 juta atau naik 44,98 persen dan batu bara sebesar US$ 84,4 juta atau naik 195,1 persen.

Sementara untuk barang modal, mesin pembuat kertas sebesar US$ 140,8 juta atau naik 11.633 persen, laptop beserta notebook sebesar US$ 100,1 juta atau naik 94,37 persen dan komponen alat telekomunikasi sebesar US$ 31,1 juta atau naik 10.266 persen. kbc10

Bagikan artikel ini: