Kemenhub sebut Lion Air kaji penerbangan ke Prancis dan Jerman

Selasa, 26 Juni 2018 | 11:03 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: 55 Maskapai dalam negeri telah memenuhi syarat diizinkan terbang ke Uni Eropa, menyusul telah dicabutnya larangan terbang Indonesia (EU Flight Ban) oleh Uni Eropa melalui EU Flight Safety List.

Menindaklanjuti hal itu, Lion Air langsung bergerak cepat. Maskapai berlogo singa tersebut tengah melakukan kajian untuk bisa menerbangi beberapa negara di eropa. Dua negara yang dinilai cukup potensial adalah Prancis dan Jerman.

"Yang sudah market sounding itu dari groupnya Lion, dia sekarang tengah jajaki market ke Paris dan salah satu kota di Jerman," ucap Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Agus Santoso di kantornya, Senin (25/6/2018).

Prosesnya sendiri, setelah maskapai melakukan kajian pasar, baru nantinya dilanjutkan dengan mengajukan izin untuk bisa menerbangi rute tersebut. Secara paralel, Ditjen Udara Kemenhub juga melakukan kajian mengenai potensi market di kota tujuan.

Tidak hanya izin dari otoritas penerbangan di Indonesia, untuk menerbangi kota di luar negeri juga harus mendapat persetujuan dari otoritas penerbangan di negara bersangkutan.

Mengenai pesawat yang digunakan, Agus menggaris bawahi untuk menggunakan pesawat berbadan lebar. Karena jauhnya penerbangan menjadikan faktor efisiensi hal yang utama.

"Lion itu sepertinya juga tengah melirik Dreamliner (Boeing 787). Karena kalau tidak pakai pesawat berbadan lebar itu akan rugi. Bisa juga pakai Boeing 777 atau Airbus 380," terang Agus.

Menurut Agus, pemilihan Prancis dan Jerman menjadi pasar yang tengah dijajaki adalah satu hal yang positif. Dua negara itu akan memiliki pasar yang potensial jika dikoneksikan dengan Jakarta dan Denpasar.

"Sekarang ka sudah ada penerbangan Garuda Indonesia ke Amsterdam, tapi market Paris dan Jeerman itu banyak juga. Dulu pernah ada penerbangan ke Jerman dan ini bagus kalau diterbangi lagi," pungkasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: