TEMAS Line perkuat jangkauan ke seluruh pelosok negeri

Kamis, 28 Juni 2018 | 12:41 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com:  PT Pelayaran Tempuran Emas Tbk atau TEMAS Line, terus berupaya memperkuat jaringannya secara nasional. Sepanjang tahun 2017, Perseroan telah membuka 10 rute baru, antara lain, Tarjun, Padang, Bengkulu, Fakfak, Berau, Tarakan, Dobo, Kaimana, Nabire dan Bau Bau. Dari seluruh rute tersebut, yang masuk ke dalam program tol laut T-4, yakni rute : Surabaya-Bau Bau-Manokwari-Surabaya. 

Perusahaan berkode saham TMAS ini juga telah menambah jalur pelabuhan di daerah potensial antara lain Agats, Wasior, Bontang, Benete (NTB) sehingga total port service sampai dengan Juni 2018 adalah 41 port, dari sebelumnya 38 port pada 2017.

"Kemudian sebagai upaya memperkokoh keunggulan national network,  Perseroan selalu berpartisipasi pada setiap tender tol laut yang diselenggarakan oleh pemerintah. Pada April 2018, TEMAS Line memenangkan lelang operator Tol Laut di 2 trayek dan melakukan penandatanganan kerja sama dengan pemerintah. Dua trayek yang digarap TEMAS Line yakni T-9 dan T-11. T-9 melayani rute Surabaya-Nabire-Serui-Wasior, sedangkan T-11 melayani Surabaya-Timika-Agats-Merauke," ujar Teddy Arief Setiawan, Direktur Independen TEMAS Line, dalam siaran pers.

Selanjutnya, Perseroan akan membuka perluasan lini bisnis baru untuk menjadi One Stop Service Shipping Company yang menyediakan solusi layanan transportasi laut khususnya pengiriman barang dalam peti kemas dari hulu ke hilir.

Dengan National Network yang didukung 34 unit armada kapal berkapasitas total 25.785 Teus, Perseroan terus meningkatkan pelayanan kepada pelanggan agar tetap menjadi pemimpin pasar dengan menerapkan safe delivery & On time sechedule yang dimulai pada 2017. Selain itu penambahan alat penunjang kegiatan usaha berupa 5.600 unit peti kemas juga dilakukan sehingga total peti kemas per 31 Desember 2017 berjumlah 36.270 unit.

Kinerja Perseroan sepanjang tahun 2017 mengalami penurunan karena lonjakan bahan bakar sebesar 21,6%, kenaikan biaya bongkar muat sebesar 16,8% dan penurunan uang tambangrata-rata sebesar 21%. Hingga akhir tahun 2017, laba bersih Perseroan terkoreksi menjadi Rp53,05 milyar.

Namun demikian, pada pos kinerja Perseroan lainnya mencatat peningkatan yang siginifikan. Target  penjualan yang ditetapkan manajemen pada awal 2017 dapat dicapai pada akhir tahun sebesar Rp 2 triliun atau naik sebesar 19,68% dibandingkan tahun sebelumnya pada posisi yang sama. Sementara total aset Perseroan sebesar Rp2,52 triliun di tahun 2016,  kini  menjadi  Rp2,91 triliun  atau meningkat sebesar 15,56% di  tahun 2017.

Guna menunjang perluasan jangkauan pengiriman barang dan pelanggan potensial, Perseroan akan melanjutkan pembukaan rute-rute baru, di samping upaya menjaga standar pelayanan Perseroan kepada pelanggan dalam hal menjaga kepercayaan, ketepatan waktu dan keamanan pengiriman secara profesional.

Pada 2018, Direktur Commercial TEMAS Line Harry Haryanto menyatakan, TEMAS Line menargetkan pertumbuhan laba sebesar Rp150 miliar. Sejalan dengan itu, total pendapatan diharapkan naik sebesar 15% dari tahun 2017 dan biaya operasional hingga akhir tahun ini akan ditekan untuk pencapaian laba.

"Kami akan memacu efisiensi untuk menopang pertumbuhan positif tahun ini dengan memaksimalkan sumber daya demi mencapai tujuan bisnis perusahaan,” terang Harry. kbc2

Bagikan artikel ini: