Incar penjualan tumbuh 10%, Siantar Top perluas pasar ekspor

Kamis, 28 Juni 2018 | 14:19 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Emiten produsen makanan ringan, PT Siantar Top Tbk (STTP) menargetkan penjualan tahun ini mengalami pertumbuhan 10-15 persen dibanding pencapaian tahun 2017. Perseroan berharap kinerja tahun ini bisa ditopang melalui penetrasi pasar ekspor yang dinilai cukup digdaya dalam mendongkrak penjualan sejak tahun lalu.

Direktur Utama PT Siantar Top Tbk, Pitoyo menuturkan, penjualan bersih perseroan sepanjang tahun 2017 lalu sebesar Rp 2,825 triliun, atau naik 7,4 persen dibanding penjualan pada tahun 2016 yang sebesar Rp 2,629 triliun. Dari sisi laba, perseroan membukukan laba bersih Rp 216 miliar sepanjang 2017, naik 24% dibanding laba bersih tahun 2016 sebesar Rp 174,1 miliar.

Penopang pertumbuhan penjualan di tahun lalu, menurutnya adalah peningkatan penjualan ekspor. Jika sebelumnya kontribusi penjualan ekspor perseroan di angka 3 persen, namun pada akhir tahun 2017 lalu sudah naik menjadi 8 persen.

"Peningkatan ini selain dipengaruhi oleh adanya pengembangan pasar baru, juga ditunjang oleh peningkatan volume penjualan," kata Pitoyo usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) perseroan di Surabaya, Kamis (28/6/2018).

Disebutkannya, selama ini beberapa pasar ekspor yang potensial adalah China, Vietnam, Australia, kawasan Oceania, serta Afrika. Tahun lalu, beberapa sasaran ekspor baru diantaranya  Timur Tengah, Hongkong, dan Taiwan, dan Korea Selatan.

“Beberapa jenis produk yang banyak diminati pasar luar negeri adalah noodle,” jelasnya.

Diakuinya, pasar ekspor masih memiliki potensi besar seiring dengan inovasi dan pengembangan produk yang dilakukan perseroan. Kondisi ini diyakini juga masih berlangsung di tahun ini.

"Ini menjadi modal bagi perseroan untuk terus memperluas penetrasi di pasar ekspor, meski tetap tidak mengesampingkan pasar domestik yang memang mendominasi," ujarnya.

Untuk menggenjot penjualan ekspor, pihaknya akan mendorong penjualan dengan produk yang sesuai dengan permintaan di negara tersebut. “Misalnya di pasar Timur Tengah, Korea, Hongkong, dan Taiwan," ujarnya.

Terkait pasar domestik, Direktur PT Siantar Top Tbk, Armin menuturkan, meski peluangnya ada, namun pertumbuhannya tidak setinggi penjualan ekspor. Tahun lalu, penjualan domestik hanya bertumbuh sekitar 2 persen dibanding tahun sebelumnya.

"Kondisinya masih stagnan. Selain daya beli masyarakat yang melemah, banyaknya hari libur nasional yang terjadi di tahun ini juga berdampak terhadap pejualan domestik," ungkapnya.

Namun demikian, perseroan berharap penjualan hingga akhir tahun 2018 bisa tumbuh 10-15 persen dibanding pencapaian tahun 2017.

“Tahun 2018 tetap optimistis bakal tumbuh. Penjualan bisa lebih besar dari tahun 2017 ini atau di kisaran 10-15 persen. Pasar selalu tumbuh positif karena sektor ini peluangnya terbuka, tinggal inovasi dan pengembangan produk yang perlu dikuatkan untuk penetrasi pasar,” ujar Armin.

Sepanjang kuartal I tahun 2018, realisasi penjualan perseroan sebesar Rp 725 miliar, atau naik dibanding penjualan pada periode yang sama tahun 2017 yang sebesar Rp 698 miliar.

"Guna menggapai target di tahun ini, strategi perseroan selain tetap memperluas dan menjajaki pasar ekspor yang baru, juga terus mengeluarkan produk-produk baru yang diminati konsumen, serta memperkuat jaringan penjualan di pasar domestik.

Sekadar diketahui, PT Siantar Top Tbk merupakan produsen makanan ringan seperti biskuit, crackers, dan beragam mie siap makan. Perseroan memiliki pabrik di Tambak Sawah (Sidoarjo), Medan (Sumatra Utara) dan Bekasi (Jawa Barat). Sementara cabang penjualan mereka terbagi dalam empat area, yaitu Sidoarjo, Bekasi, Medan dan Makassar. kbc7

Bagikan artikel ini: