Negeri Sakura masih jadi tujuan utama ekspor nonmigas Jatim

Jum'at, 29 Juni 2018 | 08:38 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Kinerja ekapor non migas Jawa Timur dari Januari hingga Mei 2018 menunjukkan gelagat positif. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Jatimeninjullan, laju ekspor Jatim sepanjang Januari hingga Mei 2018 mencapai US$ 8,53 miliar atau mengalami kenaikan sebesar 6,98 persen. Dan "Negeri Sakura" Jepang masih menjadi tujuan utama ekapor non migas Jatim.

“Negara tujuan ekspor nonmigas terbesar selama Januari-Mei 2018 adalah Jepang dengan nilai US$ 1,410 miliar atau sekitar 17,57 persen dari total ekspor Jatim , disusul Amerika Serikat 1,063 miliar dollar AS dollar AS  atau 13,24 persen,” ujar Kepala BPS Jatom, Teguh Pramono di Surabaya kemarin.

 

Sedangkan ekspor ke Tiongkok sebesar 778,02 juta dollar AS atau 9,69 persen dari total ekspor. Ekspor nonmigas ke ASEAN mencapai 1,692 miliqar dollar AS atau 21,08 persen, sementara ke Uni Eropa mencapai 703,40 juta dollar AS atau 8,76 persen dari total ekspor.

 

Dijelaskannya, secara kumulatif ekspor non migas Jatim pada tahun ini terus membaik. Dari Januari hingga Mei 2018 mencapai sebesar US$ 8,53 miliar atau naik sebesar 6,98 persen dibandingkan periode Januari-Mei 2017 sebesar US$ 7,97 miliar.  

 

“Jika dibanding bulan sebelumnya ekspor komoditas nonmigas naik 6,79 persen, dari dari  US$1,57 miliar menjadi US$ 1,68 miliar. Nilai ekspor nonmigas tersebut menyumbang sebesar 92,28 persen dari total ekspor bulan Mei 2018. Dibandingkan Mei 2017, nilai ekspor nonmigas naik sebesar 5,91 persen,” tambahnya

 

Sementara pada Mei 2018, nilai ekspor Jawa Timur, baik migas maupun non migas mencapai US$1,820 miliar, naik 11,12 persen dibandikan bulan sebelumnya yang hanya US$ 1,638 miliar. Jika dibandingkan Mei 2017, nilai ekspor naik 8,32 persen.

 

Kenaikan ekspor pada bulan Mei 2018 tersebut disebabkan karena terjadi kenaikan nilai ekspor pada sektor migas maupun nonmigas. “Pada bulan Mei ada kecenderungan ekspor kita meningkat, lebih besar dibandingkan April, baik tahun 2017 dan 2018,” terang Teguh.

 

Adapun komoditas utama ekspor nonmigas Jatim pada Mei 2018 adalah perhiasan/ permata sebesar 202, US$ 19 juta, kayu, barang dari kayu sebesar US$132,97 juta serta lemak dan minyak hewan/nabati sebesar US$ 114,85 juta. kbc6

Bagikan artikel ini: