Dukung jejaring otonom dan tempat kerja yang cerdas, Aruba kembangkan Mobile First Architecture

Sabtu, 30 Juni 2018 | 13:39 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Aruba, perusahaan Hewlett Packard Enterprise (NYSE: HPE) mengumumkan telah mengembangkan Mobile First Architecture dengan memperkenalkan inovasi baru di bidang analytics dan assurance yang didukung teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk mendukung jejaring otonom. Aruba juga meningkatkan kemitraan untuk menghadirkan pengalaman di tempat kerja yang lebih cerdas.

Untuk membantu perusahaan-perusahaan TI meningkatkan pengalaman pengguna dan memastikan ketangguhan bisnisnya dengan tetap mendukung mobilitas, IoT dan cloud, Aruba memperkenalkan NetInsight, sebuah solusi analytics dan assurance berbasis AI untuk mengoptimalkan kinerja jaringan.

Selain itu, Aruba juga telah menambahkan kategori baru mitra smart digital workplace ke dalam ArubaEdge Technology Partner Program, yang meliputi para pemimpin di bidang real estat perusahaan, furnitur terhubung, dan vendor-vendor teknologi, guna menghadirkan pengalaman generasi berikut di tempat kerja, yang secara aman mendukung IoT, membangun otomasi dan layanan berbasis lokasi untuk para tamu dan karyawan.

Saat ini, perusahaan-perusahaan TI menghadapi tantangan dalam pengelolaan lingkungan yang sangat dinamis dan sulit diprediksi dengan alat bantu yang dirancang untuk mengelola infrastruktur, dan bukan untuk meningkatkan pengalaman pengguna. Para profesional TI memerlukan tool modern yang secara proaktif bisa mengatasi masalah kinerja, menyajikan informasi tentang kemungkinan penyebab suatu permasalahan, dan merekomendasikan perubahan konfigurasi yang dapat mengoptimalkan jaringan, sebelum berdampak pada pengguna atau bisnis.

Untuk mengatasi tantangan ini, Aruba telah memperluas kemampuan analytics dan assurance pada Mobile First Architecture dengan solusi barunya, NetInsight. Solusi ini menggunakan teknologi pembelajaran mesin untuk terus memantau jaringan, memberi informasi ketika terjadi anomali, dan kemudian merekomendasikan cara terbaik untuk mengoptimalkan jaringan bagi para karyawan saat ini yang mengedepankan teknologi mobile dan bagi perangkat-perangkat IoT yang penggunaannya semakin penting di tempat kerja, berdasarkan data yang khusus ke konektivitas pengguna dan atribut kinerja RF.

Pelanggan Aruba, University of Washington, sangat antusias untuk menghadirkan pengalaman pengguna yang positif di kampus, rumah sakit, dan kliniknya. Dengan lebih dari 12.000 titik akses Wi-Fi dan lebih dari 150.000 perangkat di dalam jaringan setiap harinya, berbagai tantangan pengelolaan kinerja yang muncul karena skalanya yang besar, pola penggunaan yang tidak dapat diprediksi, serta berbagai aplikasi yang memerlukan kinerja yang tinggi adalah permasalahan yang nyata.

“Kampus dan rumah sakit yang menerapkan teknologi digital saat ini semakin bergantung pada aplikasi yang rumit, perangkat cerdas, dan pengguna mobile yang berharap mendapatkan konektivitas di mana pun,” tutur David Morton, Direktur, Networks and Telecommunications di University of Washington.

Dengan menggunakan Aruba NetInsight, kata David, pihaknya memiliki akses ke data jaringan dengan alur visualisasi dan analitik yang bermanfaat guna membantu membuat keputusan-keputusan penting ketika dibutuhkan cakupan yang lebih luas dan cakupan baru, seperti Wi-Fi di luar ruangan untuk konstruksi baru. Kami juga dapat memeriksa dampak sebelum dan sesudah perubahan jaringan sehingga dapat secara proaktif menghadirkan pengalaman pengguna sebaik mungkin.

Penggunaan teknologi mobile, cloud dan IoT mengubah masa depan dunia kerja karena menuntut sebuah pendekatan otonom terhadap jaringan. Bangunan cerdas berbasis IoT sangat efisien dan terkait erat dengan tempat kerja digital yang mengedepankan teknologi mobile. Paradigma baru ini membentuk tempat kerja digital cerdas yang harus menghadirkan pengalaman pengguna yang aman dan dapat diandalkan, optimal, serta dapat memenuhi kebutuhan setiap pengguna, sehingga mampu menumbuhkan kreativitas, kolaborasi, kecepatan, dan kebebasan di kalangan karyawan.

Melalui pemanfaatan Mobile First Architecture, Aruba telah memperluas ArubaEdge Technology Partner Program dengan mitra-mitra kategori baru yang mencakup perusahaan real estat komersial (CRE), furnitur terhubung, dan perusahaan-perusahaan teknologi baru. Bersama dengan Aruba, para mitra baru ini akan menciptakan sebuah konsep tempat kerja modern yang secara unik memadukan mobilitas pengguna, konektivitas yang aman, dan lokasi dengan konteks sensorik dari IoT enterprise.

Pengalaman-pengalaman ini meliputi ergonomi ruang kerja dan pencahayaan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pengguna, Unified Communication (UC) mobile, dan ruang konferensi yang sepenuhnya bersifat otomatis, hingga pemeliharaan peralatan preventif dan penghematan energi otomatis dalam satu infrastruktur.

Sandeep Davé, Chief Digital and Technology Officer, Global Workplace Solutions di CBRE, mengatakan, konsumen mengharapkan semua hal yang mereka lakukan berjalan mulus, termasuk seluruh kegiatan di tempat kerja. Ketika berusaha untuk merekrut dan mempertahankan karyawan-karyawan mereka yang terbaik dan tercerdas, para klien merasa perlu menghadirkan pengalaman yang sempurna di tempat kerja.

“Mereka beralih ke CBRE untuk memberikan layanan berbasis pengalaman dan tempat kerja digital. Kami melakukan hal tersebut dengan CBRE 360, sebuah solusi layanan pengalaman berbasis teknologi terdepan. Terdapat keselarasan yang kuat antara tujuan CBRE menciptakan lingkungan tempat kerja mutakhir dengan layanan properti terintegrasi dan panduan tempat kerja digital cerdas dari Aruba. Ini adalah area di mana tim kami telah berkolaborasi dengan Aruba dan berharap untuk mewujudkan sinergi yang lebih kuat di masa mendatang,”paparnya.

Direktur Utama dan Kepala Bagian untuk Kawasan A.S., Global Real Estate Transformation, Deloitte Consulting LLP, Francisco J. Acoba, menjelaskan, banyak perusahaan mengevaluasi kembali strategi real estat mereka agar lebih sejalan dengan dan mendukung dunia kerja masa depan. Tempat kerja digital cerdas kini menjadi aspek diferensiasi terpenting bagi banyak perusahaan ketika para pemilik perusahaan berupaya merekrut, mempertahankan, dan menumbuhkan talenta-talenta terbaik di era saat ini.

“Masa depan dunia kerja akan ditentukan oleh pengalaman tempat kerja digital cerdas, dan para pemimpin real estat perusahaan bersama dengan para pemimpin TI mereka harus mempertimbangkan penerapan teknologi mobilitas dan IoT enterprise yang akan mentransformasi kantor fisik,” tukasnya.

Director of Advanced Business Development di Herman Miller, Jeff Gibson menegaskan, yang disebut sebagai pengalaman di tempat kerja yang hebat kini berkembang dengan pesat dengan melibatkan unsur-unsur digital dan data.

“Orang-orang memerlukan berbagai nuansa untuk menjalankan aktivitas kerja mereka dan unsur digital yang kami hadirkan membantu memaksimalkan pengalaman mereka di tempat kerja. Kami bekerja sama dengan Aruba untuk menciptakan visi yang memungkinkan furnitur dan perangkat yang terhubung dengan cloud untuk mendukung pengalaman digital yang mengedepankan teknologi mobile. Pemanfaatan data dan informasi memungkinkan penggunaan ruang secara efisien di lingkungan perusahaan, serta memaksimalkan potensi kinerja,” ungkapnya.

Di banyak perusahaan digital, dua atau lebih aplikasi kolaborasi digunakan secara bersamaan, seperti Skype for Business untuk melakukan panggilan suara dan berbagi desktop, serta Zoom untuk pertemuan melalui video dan untuk menghadirkan perangkat mobile dan ruang konferensi. Zoom yang fokusnya adalah untuk mengatur rapat di seluruh ruang konferensi dan tim peserta rapat sehingga tidak ada friksi sangat selaras dengan inisiatif tempat kerja digital cerdas dari Aruba.

“Tempat kerja telah berevolusi menjadi pengalaman, di mana orang, konten, dan tool harus berinteraksi secara mulus,” ujar Eric Yuan, Chief Executive Officer di Zoom.

“Sistem ruang konferensi Zoom yang berbasis mobile, desktop, dan perangkat lunakmenghadirkan pengalaman tersebut melalui kerjasama berbagai alat bantu yang paling sesuai. Keterbukaan seperti itu merupakan angin segar bagi para pelanggan yang selama bertahun-tahun tidak punya pilihan selain membeli jaringan dan solusi telepresence mereka dari satu vendor,”tambahnya.

Untuk menghadirkan beragam solusi produktivitas tempat kerja digital dan IoT enterprise yang telah teruji, Aruba telah memperluas ArubaEdge Technology Partner Program dengan menambah penyedia layanan tempat kerja digital cerdas, yaitu AccelTex, HPE Pointnext, Lunera, Patrocinium dan SpaceIQ ke jajaran mitranya, di samping Envoy, Robin dan Teem yang sudah ada sebelumnya. Para mitra ini menyediakan solusi-solusi terintegrasi yang memanfaatkan kombinasi antara layanan lokasi dan pengelolaan IoT enterprise yang aman demi terwujudnya tempat kerja digital yang sesuai kebutuhan pengguna dan serba otomatis.

“Kebutuhan akan mobilitas, cloud, dan IoT modern tengah mentransformasi lingkungan kerja masa depan, sehingga menuntut pendekatan terhadap jaringan yang mengedepankan kebutuhan pengguna. Aruba NetInsight menggunakan analitik berbasis pembelajaran mesin untuk terus memantau dan memberikan informasi dari jaringan. Tim TI dapat menggunakan informasi tersebut untuk mengoptimalkan jaringan mereka dan menawarkan pengalaman berkualitas tinggi bagi para pengguna,” ungkap Justin Chiah, Direktur Senior dan Manajer Umum, Asia Tenggara dan Taiwan, Aruba, perusahaan Hewlett Packard Enterprise.

Selain itu, kata Justin Chiah, Aruba belum lama ini memperluas jaringan mitra Tempat Kerja Digital Cerdas dengan semakin memberdayakan tim TI dalam memberikan solusi-solusi yang teruji dan terintegrasi bagi pengeloaan IoT enterprise yang aman, lingkungan fisik yang kolaboratif, serta lingkungan kerja digital yang serba otomatis dan sesuai kebutuhan pengguna.

“Pelanggan kami semakin tertarik dengan lingkungan tempat kerja modern yang didukung oleh pertumbuhan  teknologi mobile dan IoT,” kata Tony Balistrieri, Wakil Presiden, Corporate Field Sales, Zones, Inc.

Ohio State University (OSU) merupakan universitas negeri terbesar ketiga di AS. Dengan lebih dari 66.000 mahasiswa dengan rata-rata 132.000 perangkat yang terhubung ke jaringannya setiap hari, mengelola kinerja jaringan dapat menjadi rumit dan memakan waktu. Ini merupakan salah satu alasan utama OSU menerapkan NetInsight dari Aruba.

“Dengan NetInsight, kami tidak perlu memiliki tim teknis khusus karena NetInsight dapat menilai secara otomatis kinerja jaringan nirkabel kampus saat ini dan di masa lampau, membuat saran perbaikan, dan mengukur perbaikan tersebut dengan cara yang mudah dicerna,” ujar Bob Corbin, Direktur Senior Bidang Infrastruktur, Ohio State University.

NetInsight telah tersedia dengan cara berlangganan mulai dari US$30 per perangkat jaringan (titik akses, pengendali). Harga bervariasi untuk langganan tahunan hingga beberapa tahun sekaligus. kbc7

Bagikan artikel ini: