BEI pede bisa gaet 30 emiten baru di tahun depan

Senin, 02 Juli 2018 | 07:19 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan ada sekitar 25 perusahaan hingga 30 perusahaan dapat menjadi penghuni baru Bursa Efek Indonesia pada tahun depan. Target tersebut lebih rendah dibandingkan dengan target yang dipatok di tahun ini.

Direktur Penilaian BEI I Gede Nyoman Yetna menyatakan otoritas mencoba untuk rasional dalam menetapkan target perusahaan yang akan melakukan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham pada tahun depan. Adanya agenda politik yang mewarnai pasar sejak pengujung semester I/2018 hingga tahun depan dinilai akan memengaruhi minat perusahaan untuk IPO.

Dia menargetkan jumlah perusahaan yang akan IPO pada 2019 sebanyak 25 perusahaan hingga 30 perusahaan atau lebih rendah dibandingkan dengan target yang dipatok bursa pada tahun ini, yakni sebanyak 35 perusahaan.

"Pada 2019 kita mencoba untuk mengantisipasi kemungkinan adanya dampak kondisi politik, tentu kami coba untuk mengantisipasi. Mungkin tahun depan tidak 35, tetapi 25 atau 30 perusahaan," kata I Gede Nyoman Yetna, Direktur Penilaian Perusahaan BEI, akhir pekan lalu.

Dia menjelaskan, bursa menyadari agenda pemilihan presiden tahun depan akan menyita perhatian publik. Penurunan target IPO dilakukan untuk mengantisipasi adanya kegaduhan berkepanjangan.

Meski demikian, Yetna masih optimistis jumlah perusahaan yang merealisasikan IPO setiap tahun bakal meningkat. Adapun, pada 2020 mendatang, bursa menargetkan jumlah perusahaan baru yang melantai sebanyak 40 perusahaan.

"2020 akan kami targetkan 40 perusahaan. Kami yakin jumlah perusahaan tercatat akan terus meningkat, tapi kami juga harus aware dengan kegiatan pilpres," ujarnya.

Upaya yang dilakukan BEI untuk meningkatkan jumlah perusahaan tercatat antara lain melalui pembinaan perusahaan startup, small medium enterprise, dan kemitraan dengan teknologi finansial, serta privatisasi perusahaan pelat merah, baik BUMN maupun BUMD.

Bursa juga akan menarik perusahaan natural resources pada early stage yang didukung dengan penguatan governance dan listing standards yang akomodatif dengan kebutuhan pasar.

Upaya lain adalah melalui penguatan program inklusi, edukasi, literasi pasar modal, dan simplifikasi proses pembukaan rekening nasabah yang didukung dengan peningkatan ketersediaan dan akses data dan informasi serta referensi pasar.

"Kami memfasilitasi saja. Soal minat IPO tergantung supply and demand, tergantung pasar. Kami hanya mengupayakan prosesnya lancar, refgistrasi cepat, dan semacamnya," kata Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Laksono Widodo. kbc10

Bagikan artikel ini: