Seduhan teh RI hangatkan pasar Amerika

Senin, 02 Juli 2018 | 19:42 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Sejumlah produk teh Indonesia yang dijajakan empat perusahaan besar yakni PT Harendong Green Farms, PT Bukit Sari, PT Mitra Kerinci, dan PT Tri Bintang Interglobal berhasil meraup US$1,68 juta pada gelaran World Tea Expo di Las Vegas, Amerika Serikat (AS) yang dihelat pada Juni silam.

Keempat perusahaan tersebut menampilkan berbagai varian teh khas Indonesia seperti teh oolong, teh melati, teh putih, teh hijau, serta teh hitam. Selain itu, ditampilkan berbagai racikan teh spesial yang saat ini sangat digemari kalangan pencinta teh dunia seperti umami, my humble bee, dan unparalled interlude.Tidak hanya teh seduh, perusahaan-perusahaan Tanah Air itu juga menampilkan teh kemasan atau siap konsumsi yang dinilai positif oleh para buyer, blogger, dan pengamat serta industri teh di ‘Negeri Paman Sam’ seperti Starbuck, Bigelow Tea, dan Wholefood.

Kepala Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Los Angeles Antonius A. Budiman mengungkapkan AS merupakan pasar teh yang sangat prospektif. Sebanyak 23% dari total populasi AS mengonsumsi teh secara rutin setiap harinya. Angka konsumsi teh pun terus menanjak dengan tingkat pertumbuhan 5,5% atau sebesar 2,4 juta orang per tahun.

Peningkatan konsumsi teh diyakini sejalan dengan gaya hidup masyarakat terutama kalangan milenial yang sangat peduli dengan kesehatan.Dengan konsumsi sebesar itu, produksi perkebunan AS kini belum mampu memenuhi kebutuhan yang ada. Negara tersebut pun kini menjadi importir teh terbesar ketiga di dunia dengan nilai mencapai US$467 juta pada 2017.“Indonesia, untuk saat ini, menjadi negara eksportir produk teh terbesar ke-13 ke AS dengan nilai US$7,2 juta,” ujar Anton melalui keterangannya di Jakarta, Senin (2/7/2018).

Adapun, varian produk yang paling diminati masyarakat AS adalah teh hitam yang mencapai 80%, diikuti teh hijau sebesar 16%, dan sisanya adalah teh oolong, teh putih, serta dark tea.Dengan banyaknya inovasi yang ditawarkan produsen teh dalam negeri, diharapkan nilai ekspor yang ditujukan ke AS dapat semakin bertumbuh di masa mendatang.

“Pengenalan produk teh siap minum asal Indonesia juga akan terus digenjot oleh ITPC Los Angeles, mengingat nilai pasarnya yang diperkirakan mencapai US$7,4 miliar di seluruh dunia. Hal ini tentu membutuhkan kolaborasi dan upaya bersama dari segenap pemangku kepentingan terkait, baik pemerintah maupun swasta,” pungkasnya.kbc11

Bagikan artikel ini: