Tak siarkan piala dunia, ini strategi Viva Group genjot kinerja di tahun ini

Selasa, 03 Juli 2018 | 06:24 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Konglomerasi bisnis media Viva Group tetap optimistis tumbuh meski tanpa penyiaran Piala Dunia 2018. Perusahaan ini bakal fokus pada inovasi organiknya guna menopang kinerja keuangan.

Presiden Direktur PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) Anindya Novyan Bakrie menargetkan pendapatan perusahaan tahun ini masih akan tumbuh di atas rata-rata industri. "Kalau tahun ini pertumbuhan industri 4%, VIVA bisa tumbuh dua kali," ujarnya belum lama ini.

Tahun lalu, VIVA mencatat pendapatan sebesar Rp 2,77 triliun. Dengan asumsi pertumbuhan dua kali diatas industri, maka VIVA membidik pendapatan tahun ini mencapai Rp 2,99 triliun.

Sementara untuk anak usahanya, PT Intermedia Capital Tbk (MDIA), ditargetkan pendapatannya lebih tinggi lagi. Target pertumbuhan pemilik stasiun televisi ANTV itu tiga hingga empat kali diatas industri. Target kedua perusahaan tersebut memang berbeda karena perbedaan porsi pangsa pasar masing-masing perusahaan.

MDIA lebih besar karena target segmen pasarnya besar seperti serial drama. Sedang VIVA memiliki target yang lebih terbatas karena fokus pada siaran berita. "Kalau di news, ya, orangnya memang kita-kita saja, kan," imbuh pria yang juga akrab disapa Anin itu.

Tidak adanya satu stasiun televisi di bawah naungan Viva Group yang menyiarkan Piala Dunia 2018 membuat perusahaan ini khawatir. Meski mengakui siaran piala dunia memang mampu mendongkrak rating stasiun televisi, tapi bukan berarti itu menguntungkan secara keuangan. Sebab, untuk membeli hak siar Piala Dunia itu mahal. kbc10

Bagikan artikel ini: