Pemerintah perpanjang izin Freeport hingga 31 Juli 2018

Rabu, 04 Juli 2018 | 17:36 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah Indonesia memberikan perpanjangan status kontrak Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) kepada PT Freeport Indonesia hingga 31 Juli 2018. Masa berlaku status IUPK sebelumnya berlaku hingga 4 Juli 2018, namun perpanjangan sudah diberikan sejak 29 Juni 2018. Perpanjangan status IUPK membuat Freeport bisa melakukan ekspor konsentrat.

Dirjen Mineral dan Batu bara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Minerba ESDM) Bambang Gatot Ariyono mengatakan IUPK kali ini diberikan dengan pertimbangan proses negosiasi antara perusahan dengan pemerintah sudah memasuki tahap akhir. Seiring dengan itu masa berlaku IUPK juga diberikan hanya sampai 31 Juli 2018.

 

Menurut Bambang, selain pembahasan masalah divestasi, pembangunan smelter dan perpanjangan operasi, pembahasan intensif juga tengah dilakukan terkait masalah lingkungan antara Freeport dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta dari tim PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) sebagai pihak yang akan memiliki saham mayoritas di Freeport Indonesia pasca divestasi.

Waktu satu bulan IUPK dianggap cukup untuk mencapai kesepakatan akhir dalam negoisasi antara pemerintah dan Freeport.“Untuk kegiatan yang lain, divestasi, smelter, dan kepanjangan operasi artinya mengenai ketentuan sudah dalam proses final. Tetapi untuk lingkungan diperlukan waktu, sehingga kami memberikan waktu kembali tetapi waktu itu hanya satu bulan untuk Freeport dan Inalum bisa menyelesaikan,” kata Bambang di Jakarta, Rabu (4/7/2018)

Bambang mengatakan pemberian IUPK dengan masa berlaku hanya sebulan bisa memacu semua pihak, baik itu pemerintah maupun Freeport untuk bisa menyelesaikan negosiasi dengan cepat sesuai dengan batas masa berlaku IUPK terbaru yang telah diberikan pemerintah. “Tentunya dengan melihat situasi bahwa semua telah mendekati closing atau final. Kami berharap harus selesai satu bulan. Ini juga mempresure pemerintah dan Freeport satu bulan selesai (negosiasi),” tegas Bambang.

Gatot menjelaskan hingga pertengahan Juni 2018, realisasi ekspor konsentrat Freeport sebesar 460.500 metrik ton. Sedangkan total produksi harian hingga 3 Juli 2018 sebesar 146.896 ton ore per hari dari target awal rata rata produksi harian bisa mencapai 176.614 ton ore per hari. Freeport juga masih mengantongi jatah volume ekspor konsentrat hingga Februari 2019 mendatang sebesar 1,24 juta metrik ton. kbc11

Bagikan artikel ini: