Warga Indonesia bakal disuguhi gerhana bulan terlama di abad ini pada 28 Juli

Rabu, 04 Juli 2018 | 18:14 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Rakyat Indonesia bakal kembali disuguhkan fenomena alam terdahsyat tahun ini. Setelah Supermoon di Januari 2018, pada 28 Juli nanti giliran Gerhana Bulan total terlama di abad ini menyambangi Tanah Air.

Laman BMKG menyebutkan, fenomena Gerhana Bulan total terlama tersebut bisa disaksikan dengan mata telanjang oleh semua warga di wilayah Nusantara. "Durasi totalnya cukup panjang, yakni 1 jam 42 menit 57 detik," ungkap Eko Wahyu Wibowo, Kasatlak Teknik Pertunjukkan dan Publikasi, Planetarium dan Observatorium Jakarta, UP PKJ Taman Ismail Marzuki (TIM), Selasa (3/7/2018).

Lebih lanjut dikatakan, pertunjukan fenomena alam itu dimulai pukul 00.14.49 WIB. Lalu mulai masuk bayangan inti pukul 01.24.47  WIB. "Mulai gerhana total pukul 02.30.15  WIB, puncak gerhana pukul 03.21.43 WIB, akhir gerhana total pukul 04.13.12 WIB dan akhir bayangan inti pukul 05.19.00 WIB. Sedangkan akhir dari proses gerhana adalah pukul 06.28.27 WIB," papar Eko.

Ditanya perbedaannya dengan Supermoon, Eko menjelaskan, Gerhana Bulan kali ini tampilannya tidak sebesar fenomena sebelumnya. "Sebab saat itu Bulan pada posisi sangat dekat dengan Bumi. Sekarang lebih kecil dari sebelumnya karena posisi Bulan lebih jauh, tapi durasinya lebih lama," ungkapnya.

Sehubungan dengan Gerhana Bulan total pada 28 Juli mendatang, Planetarium dan Observatorium Jakarta kembali menggelar kegiatan observasi bersama. Kegiatan yang terbuka bagi masyarakat umum ini dimulai pada 27 Juli 2018, pukul 23.00 WIB dengan registrasi.

"Kemudian diikuti pengamatan Gerhana Bulan fase penumbral (bayangan samar proses awal Gerhana Bulan) pertama pukul 00.14 WIB. Dan diperkirakan kegiatan observasi selesai pukul 06.00 WIB," tuturnya seraya menambahkan ada enam teleskop yang disiapkan Planetarium dan Observatorium Jakarta untuk melayani pengunjung yang datang. kbc10

Bagikan artikel ini: