HSBC dan Sampoerna University perkuat literasi keuangan anak muda Banyuwangi

Kamis, 05 Juli 2018 | 11:39 WIB ET

BANYUWANGI, kabarbisnis.com: PT. Bank HSBC Indonesia dan Putera Sampoerna Foundation (PSF) melalui Sampoerna University (SU) menyelenggarakan seminar dan lokakarya (semiloka) yang bertajuk “Memperkuat Sinergi Tripatrit Pendidikan untuk Pembangunan” yang digelar selama tiga hari, mulai tanggal 2-4 Juli 2018 di Universitas 17 Agustus 1945, Banyuwangi. Edukasi ini merupakan bagian dari program jangka panjang Bank HSBC Indonesia bersama PSF dan SU dalam memperkuat edukasi dan literasi keuangan, khususnya di era digital yang tumbuh begitu pesat.

Nuni Sutyoko, Head of Corporate Sustainability HSBC Indonesia menjelaskan, di tengah pesatnya pertumbuhan teknologi di era global ini, edukasi dan inklusi keuangan memegang peranan penting dalam mempersiapkan  generasi muda dalam menghadapi perkembangan di sektor finansial dan keuangan.

"Karenanya, sejak tiga tahun terakhir kami bekerjasama dengan PSF dan SU secara aktif menyasar pelajar, mahasiswa, dosen serta masyarakat pada umumnya melalui program edukasi finansial dan perbankan berkelanjutan di berbagai daerah di Indonesia,” kata Nuni. 

Wahyoe Soedarmono selaku Project Manager Program Kerjasama HSBC-PSF sekaligus ekonom dari Sampoerna University memaparkan, kerjasama strategis antara HSBC, Putera Sampoerna Foundation dan Sampoerna University mengusung nilai tri dharma perguruan tinggi, yaitu pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, sehingga dapat mendukung penguatan edukasi dan literasi keuangan secara menyeluruh. 

Kabupaten Banyuwangi sendiri merupakan salah satu daerah yang telah berhasil mengimplementasikan teknologi infomasi berbasis digital. Pada tahun 2017 yang lalu, Banyuwangi meraih penghargaan TOP IT dan Telco yang diberikan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Republik Indonesia. 

Hj. Zunita Ahmadah Kusuma Dewi, pemilik “Osing Deles”, pusat oleh-oleh Khas Banyuwangi yang turut berpartisipasi dalam semiloka ini menuturkan, perubahan dan inovasi khususnya di bidang teknologi informasi telah mengubah banyak hal. Mulai dari cara interaksi manusia hingga persaingan usaha. "Banyuwangi, sebagai sebuah daerah yang terus tumbuh tentunya tidak ingin tertinggal dengan perkembangan yang ada,” ujarnya. 

Zunita menambahkan, pemanfaatan teknologi di berbagai bidang menjadi suatu keharusan.

"Daerah yang tidak mau berinovasi dan menyesuaikan dengan perkembangan teknologi akan tertinggal. Karenanya, kami terus berupaya untuk  fokus pada pengembangan masyarakat khususnya generasi muda di Banyuwangi," tutup Zunita. kbc10

Bagikan artikel ini: