Rupiah kian loyo, HIPMI imbau presiden segera bertindak

Sabtu, 07 Juli 2018 | 00:17 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Nilai tukar rupiah terhadap dolas AS terus melemah. Kemarin, nilai tukar rupiah ditutup pada angka Rp14.394, dan hari ini, Jumat (6/7/2018), nilai tukar rupiah diprediksi akan jatuh pada level Rp14.600.

Ketua BPP Hipmi (Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) Bidang Ekonomi Muhamad Idrus mengkhawatirkan pekan depan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menembus angka Rp15.000. Oleh karena itu, lanjut Idrus, Hipmi mengimbau Presiden segera memberikan solusi.

"Hari ini saja para analis perbankan memprediksi nilai tukar rupiah akan jatuh pada angka Rp14.600. Antisipasi kemungkinan terburuk pekan depan, yaitu tembus 15 ribu. Kami mengimbau dengan segera agar Presiden bertindak," kata Idrus kepada wartawan di Jakarta, Jumat (6/7/2018).

Idrus menyebutkan nilai tukar rupiah melemah bukan hanya semata karena persaingan dagang antara Amerika dengan China dan Uni Eropa, namun juga disebabkan faktor internal. Karena itu, lanjutnya, Presiden segera bertindak berupa mengeluarkan kebijakan penyelamatan rupiah.

Lebih lanjut, Idrus mengatakan nilai tukar rupiah menembus Rp15.000, perekonomian Indonesia semakin terpuruk. Industri Indonesia, menurutnya, banyak tergantung bahan baku impor.

"Semoga hal ini tidak terjadi, nilai tukar bisa kembali menguat. Industri kita didominasi Foot Loose Industry yang mengandalkan bahan baku impor. Kalau nilai tukar terus melemah, industri kita akan kolaps," kata Idrus.

Idrus pun mengimbau agar masyarakat tidak memborong dolar dan memiliki kepedulian terhadap kondisi perekonomian Indonesia."Peran serta masyarakat khususnya kalangan elite diharapkan agar melakukan aksi nyata keprihatinan atas kondisi ekonomi kita. Dan jangan sampai sebaliknya, (yaitu) memborong dolar," pungkasnya.kbc11

Bagikan artikel ini: