Investor Dubai borong 3 tower apartemen di tiga proyek PP Properti di Surabaya

Sabtu, 07 Juli 2018 | 00:43 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Tiga proyek superblok yang dikembangkan PT PP Property Tbk (PPRO) di Surabaya menarik minat investor asal Dubai. Investor tersebut bahkan langsung memborong tiga tower sekaligus yang masing-masing berlokasi di tiga proyek yang berbeda, yakni Grand Shamaya, Grand Dharmahusada Lagoon dan Grand Sungkono Lagoon.

Direktur Utama PP Properti, Taufik Hidayat mengatakan pembelian tiga tower tersebut menjadi bukti kepercayaan pasar terutama investor asing terhadap keamanan dan kenyamanan investasi di Surabaya.

"Ini merupakan pertama kalinya investor asing masuk properti. Kami berterima kasih kepada Pemkot Surabaya yang mendukung dan melancarkan segala izin-izin serta upaya wali kota yang menciptakan suasana kondusif bahkan setelah terjadinya teror bom Surabaya," katanya saat kunjungan di Rumah Dinas Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Jumat (6/7/2018).

Nilai pembelian proyek tiga tower apartemen ini mencapai Rp 2,1 Triliun. Menurut Taufik, langkah ini bisa meningkatkan kinerja PPRO yang lebih positif di tahun 2018 ini.

Direktur Utama PT Arvada Investasi, Nanang Supriadi mengatakan, pihaknya mewakili investor dari Dubai atas nama Budget Petroleum, menyebut proyek PP ini sangat menarik dan memiliki nilai lebih.

"Terutama dari produk yang hampir sama dengan produk gedung tinggi yang ada di Dubai. Juga jaminan keamanan yang diberikan meski sebelumnya Surabaya sempat diwarnai peristiwa yang kurang bagus, tapi ternyata recovery-nya cukup cepat," ungkapnya.

Sementara Director Budget Petroleum, Zahid Bashir, mengaku tertarik berinvestasi di Surabaya juga karena adanya jaminan dari Walikota Surabaya dan nama besar serta pengalaman PP Properti yang cukup positif. "Apalagi secara agamis, kita sama-sama punya kedekatan," tambahnya.

Walikota Surabaya, Tri Rismaharini menyambut baik investasi ini. "Ini membuktikan Surabaya aman untuk investasi asing. Selain itu juga berpotensi pada pembukaan lapangan kerja untuk masyarakat Surabaya," kata Risma.

Terkait proyek PPRO, Grand Shamaya, salah satu apartemen yang dibeli oleh PT Arvada Investama merupakan produk masterpiece. Dibangun di atas lahan seluas 1.6 hektar, di kawasan segitiga emas, Central Business District (CBD) kota Surabaya ini tidak hanya sebagai tempat tinggal, namun merupakan salah satu wadah yang tepat untuk berinvestasi. Grand Shamaya turut menggandeng konsultan-konsultan kelas dunia seperti Aedas, Alex Bayusaputro dari Genius Loci dan Hitachi.

Terdiri dari lima tower dengan tower pertama yang dipasarkan, yakni Tower Aubrey, Grand Shamaya menjadi apertemen premium yang memberikan fasilitas waterfall tertinggi di Indonesia dengan ketinggian mencapai 35 meter.

Nurjaman, Project Director Grand Shamaya mengatakan bahwa saat ini penjualan Grand Shamaya telah mengalami kenaikan 20 persen sejak diluncurkan pertama kali pada 2017 lalu.

"Penjualan tower Aubrey yang merupakan tower pertama Grand Shamaya telah mencapai 80 persen dari total 409 unit apartemen, dan ditargetkan dapat sold out sebelum akhir tahun 2018," jelas Nurjaman.

Sejak Groundbreaking pada Desember 2017 lalu, progres lapangan Grand Shamaya terus berjalan sesuai dengan timeline. Pada kuartal kedua tahun ini, proses pekerjaan sudah masuk pada fase pekerjaan pondasi dan diharapkan tower Aubrey dapat diselesaikan sebelum kuartal keempat tahun 2021. kbc7

Bagikan artikel ini: