Perbarindo dorong literasi BPR-BPRS ke masyarakat

Senin, 09 Juli 2018 | 02:23 WIB ET
Ketua Umum Perbarindo Joko Suyanto (kiri) berbincang dengan Dirut Bank Jatim R Soeroso di acara Fun Walk BPR-BPRS di Lapangan Rampal, Malang.
Ketua Umum Perbarindo Joko Suyanto (kiri) berbincang dengan Dirut Bank Jatim R Soeroso di acara Fun Walk BPR-BPRS di Lapangan Rampal, Malang.

MALANG, kabarbisnis.com: Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) menyelenggarakan Hari Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS), dalam bentuk Fun Walk (Jalan Sehat) bersama masyarakat, regulator, pemerintah dan stakeholders lainnya, Minggu (8/7/2018).

Even ini digelar serentak di 24 Dewan Pengurus Daerah (DPD) Perbarindo dan dipusatkan di kota Malang, Jawa Timur. Ajang ini juga dirangkai edukasi produk serta layanan perbankan, Bazaar UMKM binaan BPR-BPRS dan launching Logo BPR bersama.

Ketua Umum Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo), Joko Suyanto mengatakan, kegiatan tersebut penting dan strategis karena menjadi momentum bagi untuk meningkatkan awareness masyarakat terhadap industri BPR-BPRS.

"Kegiatan ini dipusatkan di Kota Malang, karena peserta di kota ini terbanyak mencapai angka 21 ribu," katanya usai memberangkatkan para peserta Fun Walk di lapangan Rampal, Malang, Minggu (8/7/2018) pagi.

Moment ini, lanjutnya, juga merupakan langkah Perbarindo dalam mendekatkan diri sebagai BPR secara riil pada masyarakat di setiap daerah agar pemahamman masyaraat menjadi lebih baik.

Hari BPR-BPRS merupakan sarana bagi pelaku industri BPR-BPRS untuk meningkatkan dan membangun tingkat literasi serta pemahaman akan keberadaan, kiprah, peran dan manfaat Industri BPR-BPRS dalam mendorong tumbuh dan berkembangnya pelaku UMKM guna mewujudkan nawacita dan ekonomi berdikari

"BPR juga mempunyai pelayanan  publik berupa jasa seperti bank umum.  Kita ingin masyarakat benar-benar memahami dan mereka terliterasi. Sasaran kita agar masayarakat tersambung dengan perbankan sehinga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tuturnya.

Dalam kegiatan yang digelar di Lapangan Rampal, Malang, Jawa Timur, Perbarindo dengan dukungan penuh dari OJK memperkenalkan Logo BPR bersama. Logo BPR bersama dibuat melalui kajian akademik dan diskusi intensif melibatkan OJK, Perbarindo, Konsultan Branding.

"Tujuan Logo BPR bersama yaitu untuk memperkuat brand industri BPR dan membangun reputasi yang khas dalam rangka menghadapi tantangan di masa depan. Kedua, Untuk menyelaraskan BPR seluruh Indonesia dalam pengelolaan brand, hingga menciptakan pengelolaan brand yang terintegrasi. Dan Ketiga, Untuk menjadikan BPR sebagai institusi keuangan yang terpercaya dan dapat meningkatkan inklusi keuangan,"

Masih katanya, harapan ke depan dengan adanya Logo BPR bersama adalah seluruh BPR di Indonesia mempunyai reputasi yang konsisten, sehingga dapat memperkuat Brand Industri BPR dalam menghadapi persepsi negatif dan tantangan di masa depan.

"Selain itu, adanya Logo BPR bersama diharapkan dapat meningkatkan dan memperkuat kepercayaan dari Nasabah terhadap BPR sebagai lembaga keuangan yang diawasi oleh OJK dan di jamin oleh LPS.  Untuk Itu, Perlu adanya sebuah momentum untuk meningkatkan awareness masyarakat terhadap Industri BPR-BPRS.  Untuk memperkuat Branding positif BPR - BPRS di mata masyarakat sehingga mendorong minat masyarakat untuk menggunakan jasa dan produk BPR – BPRS," ungkapnya.

Industri BPR – BPRS telah melayani masyarakat Indonesia selama hampir 30 tahun dan masih tetap tumbuh, eksis serta menjadi mitra strategis pelaku UMKM. Kinerja Industri BPR sampai dengan Bulan April 2018 masih sangat baik, Aset Industri BPR mencapai Rp 128 triliun atau tumbuh 10,95% dibandingkan posisi tahun lalu, kredit yang disalurkan mencapai Rp 93 triliun atau tumbuh 9,16%.

Fungsi intermediasi lainnya juga dapat dijalankan dengan baik yaitu penghimpunan dana, hal ini terlihat dari tabungan yang tumbuh sebesar 13,66% dan deposito tumbuh sebesar 10,83% dibandingkan setahun yang lalu, tabungan BPR Per April 2018 mencapai Rp 27 triliun dan deposito mencapai Rp 60 triliun. kbc7

Bagikan artikel ini: