Produksi gas industri diprediksi naik 5 persen di tahun ini

Senin, 09 Juli 2018 | 02:31 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Perindustrian (Kemenperin)  memprediksi produksi gas industri pada 2018 ini akan naik lima persen dibanding 2017 kemarin.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan proyeksi dibuat dengan mempertimbangkan perkembangan kegiatan industri sektor manufaktur.Tahun ini Kemenperin  memproyeksikan industri manufaktur yang selama ini tergolong lahap gas terus meningkat. Peningkatan aktivitas tersebut akan dilihat oleh produsen gas industri untuk meningkatkan kapasitas produksi mereka.

"Tidak dipungkiri kelancaran produksi industri akan menjadi penggerak itu semua supaya pasokan gas industri bisa berkelanjutan," kata Airlangga di Jakarta, Minggu (9/7/2018).

Direktur Jenderal Industri Kimia, Tekstil dan Aneka (IKTA) Kemenperin Achmad Sigit Dwiwahjono mengatakan produksi gas industri saat ini tercatat 2,4 miliar meter kubik per tahun.Produksi tersebut akan terus meningkat seiring upaya ekspansi yang dilakukan industri pengguna gas industri, salah satunya petrokimia.

Maklum saja Kemenperin saat ini memang tengah berupaya mendorong masuknya investasi industri petrokimia sebagai bagian dari sektor hulu yang menyediakan bahan baku untuk beragam manufaktur hilir, seperti industri plastik, tekstil, cat, kosmetik dan farmasi.

Sementara itu Ketua Umum Asosiasi Gas Industri Indonesia (AGII) Arief Harsono berharap pemerintah bisa memberikan dukungan kepada industri gas industri untuk meningkatkan produksinya.Dukungan dia minta diberikan pada iklim investasi pengembangan produksi gas industri. Arief mengatakan bahwa serapan gas industri anggota AGII oleh industri saat ini mencapai 80 % dari total produksi nasional.

Tahun depan jumlah tersebut akan meningkat jadi 90% . “Nah kalau sudah meningkat, produsen gas perlu berinvestasi lagi untuk menambah pabrik baru dan kapasitas produksi. Investasi tersebut butuh waktu 2 sampai dengan tiga tahun,” pungkasnya.kbc11

Bagikan artikel ini: