Industri otomotif harap-harap cemas penjualan di semester dua

Senin, 09 Juli 2018 | 06:48 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Penjualan otomotif dari perusahaan di grup Astra kurang menderu pada Juni 2018. Dari data PT Toyota Astra Motor (TAM), penjualan ritel Juni 2018 mencapai 22.002 unit. Angka ini turun hingga 33,28% dibanding bulan sebelumnya.

Executive General Manager TAM, Fransiscus Soerjopranoto mengatakan, ada banyak hal yang mempengaruhi fluktuasi angka penjualan mobil, baik penjualan pabrikan ke diler (wholesales) dan maupun penjualan ritel.

"Penjualan bulan Juni berkurang karena waktu masa kerja berkurang dari 23 hari jadi hanya 15 hari saja," kata Soerjopranoto akhir pekan lalu.

PT Honda Prospect Motor (HPM) juga merasakan lesunya penjualan mobil pada Juni 2018. Dari data internal HPM tercatat penjualan bulan Juni lalu sebesar 9.096 unit, turun 36,4% dari periode bulan Mei sebesar 14.324 unit

Marketing and After Sales Service Director PT Honda Prospect Motor (HPM) Jonfis Fandy bilang, penjualan Juni lalu lesu lantaran libur Lebaran yang panjang dan cuma menyisakan 11 hari kerja. "Namun angka penjualan ini masih sesuai dengan target," kata dia.

Penjualan Honda pada Januari sampai Juni 2018 sebanyak 76.694 unit atau turun 17,7% dari periode sama tahun lalu sebesar 93.261 unit.

Soerjopranomo memprediksi, penjualan nasional semester dua biasanya lebih tinggi ketimbang periode semester pertama.

Dalam catatan jejak perusahaan ini, umumnya, penjuakan semester satu menyumbang 48% dari total penjualan nasional, adapun semester kedua menyumbang 52%. "Pengaruh Toyota besar karena pangsa pasar kami sekitar 30%," ujar dia.

Meski begitu, Soerjo, panggilan karib Soerjopranoto penjualan otomotif pada semester II tahun ini akan menghadapi tantangan berat. Pertama, mengawali semester I, semisal, harga BBM naik; Kedua, suku bunga juga terus naik, seiring kenaikan bunga acuan bank sentral;

Ketiga nilai tukar rupiah yang melemah terhadap dollar AS bisa ikut menyebabkan kenaikan harga mobil. Keempat, akhir tahun ini, penjualan mobil ke korporasi diprediksi akan tertunda karena persiapan pemilu presiden 2019.

"Jika semester satu kemarin penjualan Toyota 172.300 unit, pada semester II ini bisa menyamai angka itu sudah baik," kata Soerjo.

Soerjo mengaku, penjualan Juli akan menjadi barometer penjualan semester dua tahun ini. Bila penjualan Juli bisa menyamai Mei, ini pertnada penjualan nasional akan stabil.

Adapun 4W Marketing Director PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) Donny Saputra memperkirakan semester kedua pasar mobil nasional masih baik. Makro ekonomi yang positif serta kondisi politik stabil jadi pendorong.

"Pangsa Suzuki juga stabil didukung model baru Ertiga," kata Donny.

Saat ini pangsa pasar Suzuki stabil di kisaran 10%. Suzuki rencananya akan meluncurkan beberapa produk baru untuk menarik konsumen membeli, mengganti mobil lama dengan yang baru. "Kami fokus menjual produk dalam negeri seperti Ertiga," jelasnya.

Harapannya: ini bisa dongkrak penjualan. kbc10

Bagikan artikel ini: