Orang Indonesia tak khawatir akan sengsara setelah pensiun

Selasa, 10 Juli 2018 | 11:22 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Masyarakat Indonesia dinilai siap memasuki pasa pensiun dan tetap percaya anak akan mengurus hidup mereka.

Hal tersebut berdasarkan hasil Survei Skor Kesejahteraan Cigna 360° yang dilakukan oleh Cigna, perusahaan penyedia solusi keuangan yang bergerak di bidang asuransi kesehatan.

Pada tahun keempat diadakannya survei ini, Cigna kembali mengangkat persepsi dan kekhawatiran kesejahteraan masyarakat di lima aspek utama kesejahteraan– fisik, keluarga, sosial, keuangan, dan kerja. Survei tahun ini diikuti oleh lebih banyak negara dibandingkan survei tiga tahun terakhir, di mana sebanyak 23 negara dan wilayah di dunia turut berpartisipasi.

Dalam survey itu ditemukan, tujuh dari 10 responden di Indonesia melihat diri mereka siap untuk memasuki usia pensiun, baik secara sosial maupun keuangan.

Angka ini berada di atas rata-rata global, yakni lima dari 10 responden. Meskipun demikian, tanpa perencanaan keuangan yang baik, optimisme ini bisa menghasilkan risiko di kemudian hari.

“Survei kami menunjukkan 44% dari masyarakat Indonesia berharap anak mereka akan mengurus mereka saat mereka tua, jumlah ini jauh di atas rata-rata global yang 22%,” jelas Ben Furneaux, Director dan Chief Marketing Officer Cigna Indonesia dalam keterangan tertulis pada Senin (9/7/2018).

“Sebanyak 40% mengatakan mereka tidak memiliki kekhawatiran yang berarti setelah mereka pensiun. Tanpa perencanaan keuangan yang tepat, optimisme ini bisa mendatangkan risiko yang tidak diinginkan nantinya dan ekspektasi mereka mengenai kesiapan di hari tua bisa saja mengecewakan mereka di masa depan”.

Hal ini semakin menjadi tantangan dengan fakta hasil survei yang mengungkapkan hanya 20% masyarakat Indonesia berpikir bahwa mereka akan memiliki uang yang cukup setelah mereka tidak lagi produktif, dan 42% akan menggunakan uang pribadi mereka untuk menanggung biaya pengobatan di hari tua. kbc10

Bagikan artikel ini: