Bulog sudah belanjakan Rp2,7 triliun untuk pengadaan beras di Jatim

Selasa, 10 Juli 2018 | 15:54 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Perum Bulog Divisi Regional (Divre) Jawa Timur (Jatim) terus melakukan penyerapan gabah beras petani di wilayah Jatim. Hingga Jumat (6/7/2018) tercatat pengadaan gabah beras yang dilakukan Bulog Divre Jatim hampir mencapai 300 ribu ton atau tepatnya 288,692 tpn dengan total dana yang dikeluarkan sekitar Rp 2,7 triliun.

“Saat ini pengadaan per hari rata-rata mencapai 3 ribu ton sampai 4 ribu ton. Sampai Jumat kemarin, Bulog sudah beli hampir 300 ribu ton dengan dana yang digunakan Rp 2,7 triliun untuk pengadaan di Jatim,” kata Kepala Perum Bulog Divre Jatim, Muhammad Hasyim di Surabaya, Selasa (10/7/2018).

Hasyim mengatakan besaran penyerapan tersebut mencapai sekitar 48 persen dari target pengadaan selama setahun sebesar 690 ribu ton. Bahkan dengan berbagai upaya yang dilakukan, ia optimistis pengadaan tahun ini bakal mencapai sekitar 700 ribu ton. Untuk itulah, Bulog Divre Jatim telah mengalokasikan dana sekitar Rp 7 triliun hingga Rp 8 triliun untuk pengadaan gabah beras di wilayah Jatim selama setahun.

Sementara penyaluran Rastra untuk wilayah Jatim saat ini telah mencapai 138,846 ton dengan pagu 20 ribu ton per bulan. Sementara beras yang telah dikirim ke luar Jatim dalam program “Movenas” telahencapai 88,037 ton.

“Sebagai salah satu lumbung pangan nasional, Jatim secara rutin menyuplai kebutuhan beras untuk sebagian besar provinsi di seluruh Indonesia, mulai dari Jawa Tengah, Jawa Barat, Jakarta, Aceh, Medan, beberapa provinsi di Kalimantan, Sumatra Barat, Jambi, Ambon, bahkan Sulawesi, Bali, NTT dan Papua. Yang tidak kami suplai hanya NTB dan Sulawesi Selatan,” terangnya.

Sementara stok beras yang berada di gudang Bulog seluruh Jatim sampai saat ini masih dikisaran 328 ribu ton. Stok tersebut diperkirakan mencukupi kebutuhan beras untuk masyarakat Jatim hingga tahun depan.

“Kebutuhan beras program rastra untuk wilayah Jatim saat ini kan hanya dikisaran 20 ribu ton per bulan. Jadi kalau setahun, kebutuhan beras masyarakat Jatim hanya sekitar 240 ton. Sisanya nanti akan kami kirim semuanya ke luar Jatim,” pungkasnya.kbc6

Bagikan artikel ini: