Kian merajalela, pengusaha desak pemerintah perketat izin impor jamu

Rabu, 11 Juli 2018 | 08:19 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Indonesia memiliki beragam produk jamu atau obat herbal. Namun sayang produk lokal ini dihantam oleh gencarnya produk herbal impor di pasar domestik. Oleh karenanya, pelaku industri jamu dalam negeri meminta pemerintah memperketat izin impor.

Ketua Gabungan Pengusaha Jamu dan Obat Tradisional (GPJamu), Dwi Ranny Pertiwi Zarman mengatakan, saat ini jumlah pengusaha jamu dalam negeri masih lebih banyak dibandingkan jumlah importir, yaitu sebanyak 986 perusahaan, sedangkan importir sekitar 200 perusahaan.

Kendati demikian, pelaku industri jamu mengkhawatirkan produk impor yang mudah masuk ke pasar Indonesia.

"Memang menghambat impor itu dilarang oleh WTO, tetapi kalau bisa pemerintah mengetatkan izin barang impor masuk. Kami harus memenuhi 40 kriteria supaya bisa ekspor, yang mau masuk ke sini jangan lebih mudah," ujarnya seusai pembukaan Pemeran Farmasi, Kosmetik, dan Jamu di Jakarta, Selasa (10/7).

Ranny menuturkan pemerintah sebenarnya telah banyak membantu industri jamu domestik dengan memfasilitasi pameran keluar negeri. Namun, hambatan muncul karena produk nasional masih kesulitan memenuhi persyaratan untuk bisa masuk ke pasar global. kbc10

Bagikan artikel ini: