Menhub inginkan harga Avtur turun 10 persen

Jum'at, 13 Juli 2018 | 01:43 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan menurunkan harga bahan bakar pesawat avtur hingga 10%. Pasalnya harga bahan bakar tersebut saat ini mengalami kenaikan.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menuturkan penurunan tersebut dinilai tepat ketika harga avtur lebih tinggi 20% dari negara lain. "Sebenarnya kalau beda 10 persen (dengan internasional) masih oke, jadi kita minta harganya ditekan jadi beda 10 persen," ujar Budi kepada wartawan di Jakarta, Kamis (12/7/2018).

Menhub sebelumnya sempat mengatakan akan berbicara empat mata dengan PT Pertamina (Persero). Pembicaraan dengan Pertamina ini karena avtur merupakan kunci efisiensi bagi maskapai, khususnya maskapai yang masuk dalam kategori perjalanan biaya murah.

Hingga saat ini, Pertamina merupakan pemasok avtur di seluruh bandar udara (bandara) yang ada di Indonesia.‎ "Saya coba akan bicara dengan Pertamina, kaitannya dengan harga avtur yang lebih mahal 20 persen dibandingkan internasional," kata Menhub.

Budi mengakui hasil rapat di Istana Bogor Senin, (9/7/2018) pemerintah berkeinginan memberikan insentif bagi maskapai berbiaya murah atau low cost carrier (LCC). Insentif itu mencakup tiga hal. Pertama, memperluas jaringan dan operasional maskapai penerbangan bertarif rendah nasional agar fleksibilitas mereka ke berbagai tempat di seluruh Indonesia berjalan baik.

Kedua, menurunkan harga avtur yang, menurut Budi, lebih mahal 20 persen di Indonesia daripada harga internasional. Ketiga, menghitung ulang tarif LCC. "Kami sudah bahas dengan INACA (Indonesia National Air Carriers Association) tentang konsep apa yang akan kami lakukan berkaitan dengan LCC. LCC ini penting," kata Menhub

Pemerintah menyiapkan strategi yang mampu memperkuat ekspor atau aktivitas yang menghasilkan devisa. "Kami juga menekankan para operator penerbangan harus efisien sehingga menentukan batas bawah, segala sesuatu dengan mereka, harus kami bahas secara integrated. Jangan membuat suatu peraturan yang nanti justru memberi bumerang bagi industri itu sendiri," pungkasnya.

Adapun berdasarkan situs Pertamina, harga bahan bakar Jet A-1 yang dijual perseroan di Bandara Soekarno-Hatta adalah Rp 8.600/liter belum memperhitungkan pajak pertambahan nilai (PPN) 10% dan pajak penghasilan 0,5%.

Sementara itu, di Bandara Juanda (Surabaya) harga tercatat Rp 9.250/liter, lalu di Hasanuddin (Ujung Pandang) Rp 9.900/liter, di Ngurah Rai (Denpasar) Rp 9.400/liter, dan Kualanamu (Deli Serdang) Rp 9.580/liter.Harga-harga tersebut berlaku hingga 14 Juli 2018.kbc11

Bagikan artikel ini: