Lampu Stadion Delta Sidoarjo padam saat semi final Piala AFF, PLN: Bukan gangguan listrik PLN

Sabtu, 14 Juli 2018 | 00:18 WIB ET
Dwi Suryo Abdullah
Dwi Suryo Abdullah

SURABAYA, kabarbisnis.com: PT PLN Distribuso Jawa Timur menyayangkan adanya pemberitaan yang menyudutkan PT PLN terkait padamnya lampu yang digunakan untuk menerangi Stadion Gelora Delta menjelang adu penalti antara Indonesia dan Malaysia. PLN Distribusi Jawa Timur menegaskan bahwa kejadian tersebut bukan karena kesalahan PLN.

Manajer Komunikasi Hukum dan Administrasi PLN Distribusi Jawa Timur, Dwi Suryo Abdullah mengatakan bahwa selama penyelenggaraan Piala AFF dilangsungkan di Gelora Delta Sidoarjo sejak tanggal 1 Juli 2018 pihak pengelola stadion hanya memanfaatkan listrik dari PLN untuk kepentingan penerangan di luar stadion.

“Sedangkan untuk lampu sorot yang digunakan untuk menerangi lapangan Gelora Delta Sidoarjo dipasok dari genset berkapasitas 600 kW yang disediakan oleh pihak pengelola/panitia pelaksana,” tegas Dwi Suryo di Surabaya, Jumat (13/7/2018).

Bahkan PLN Distribusi Jawa Timur menyesalkan atas keputusan yang dipilih pihak pengelola Gelora Delta Sidoarjo, karena dengan keputusan tersebut genset berkekuatan 600 kW yang digunakan untuk lampu sorot tidak ada cadangannya.

“Artinya, sewaktu-waktu genset terganggu lampu sorot akan padam karena listrik yang dari PLN tidak dihubungkan ke lampu sorot mengingat kapasitasnya hanya 41,5 kVA,” ungkapnya.

Padahal sebelum penyelenggaraan Piala AFF, PLN telah menawarkan layanan khusus kepada pihak pengelola Gelora Delta Sidoarjo agar bisa mem-back-up pasokan listrik ke lampu sorot atau bahkan digunakan sebagai pasokan utama namun pihak pengelola memilih listrik dari PLN yang berdaya sambung 41,5 kVA hanya untuk penerangan di luar lampu sorot.

“Pada saat kejadian padamnya lampu sorot Gelora Delta Sidoarjo, pasokan listrik PLN dalam keadaan normal atau tidak terganggu,” pungkasnya.kbc6

Bagikan artikel ini: