Kasuga, kopi asal Garut siap harumkan pasar Taiwan dan Ukrania

Selasa, 17 Juli 2018 | 18:14 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Indonesia untuk pertama kalinya melakukan ekspor kopi ke luar negeri. Ekspor perdana kopi dilakukan ke Taiwan sebesar 15 ton. Ekspor perdana tersebut dilakukan oleh kelompok tani binaan Kopi Asli Urang Garut (Kasuga).

Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Kementerian Pertanian, Dedi Junaedi, menjelaskan ekspor kopi perdana ini menjadikan tolok ukur untuk memajukan kopi Kabupaten Garut. Ditambah lagi, selain ekspor ke Taiwan, akan ada ekspor susulan ke negara lainnya.

"Momentum ini sangat penting bagi (Kementan) untuk mendukung ekspor perdana ke Taiwan dan selanjutnya ada permintaan lagi ke Ukraina. Luar biasa peran petani Kabupaten Garut dan pemerintah akan terus memberikan dukungan dan semangat," kata Dedi di Jakarta, Senin (17/6/2018)

Menurut Dedi kopi merupakan komoditas startegis dan yang telah menjadi prioritas Kementrian. Namun, dalam hal dana yang dikeluarkan dari APBN terbilang kecil sehingga perlu adanya himpunan dana dari setiap kelompok tani dan juga pelaku usaha.

Pemerintah pusat, lanjutnya akan membuat sistem perekonomian yang berlembaga di mana petani dapat bergabung dengan kelompok tani dan dapat membangun koperasi. "Program ini akan digali dan didorong. Pemerintah sangat mendukung karena tugas pemerintah membuat ekonomi yang berlembaga," jelasnya.

Kesempatan sama, Wakil Bupati Kabupaten Garut Helmi mengatakan walaupun ekspor perdana yang dilakukan baru 15 ton, ke depannya dapat meningkatkan permintaan dan tersebar ke beberapa negara lainnya seperti Ukraina, Dubai, Amerika, Eropa, dan negara lainnya. "Untuk perdana ini baru 15 ton. Namun, ke depan sudah ada beberapa negara untuk dilakukan ekspor ada 7 ton, 40 ton semoga kita dapat memenuhi akses dan berkelanjutan," kata Helmi.

Helmi menambahkan kopi asal kabupaten Garut berbeda dengan kopi lainnya di mana memiliki ciri khas tersendiri. Baik dari segi aroma dan rasa dari kopi Garut."Memiliki karakter yang seimbang ini merupakan potensi yang bisa menjadikan ekspor negara Indonesia lebih baik dan banyak diminati negara tetangga," tukas Helmi.kbc11

Bagikan artikel ini: