Think Indonesia bersama Unitomo komitmen tumbuhkan pejuang ekonomi muda

Selasa, 17 Juli 2018 | 18:20 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Tingginya angka pengangguran dan banyaknya lulusan Perguruan Tinggi yang tidak bisa mendapatkan pekerjaan sesuai kemampuannya masih menjadi problem yang sulit teratasi. Tetapi hal ini diyakini bisa teratasi jika lulusan PT memiliki keinginan menjadi wirausaha atau entrepreneur. Mereka tidak lagi menjadi konsumen dunia kerja tetapi justru berkeinginan untuk menciptakan lapangan kerja.

Untuk itu, Think Indonesia sebuah lembaga pelatihan kewirausahaan dan profesional skill bersama Universitas Dr. Soetomo Surabaya mengadakan sebuah kegiatan focus group discussion yang membahas tentang pentingnya keberadaan program pendampingan kewirausahaan terhadap keberhasilan pertumbuhan wirausaha muda Indonesia.

Selain perwakilan dari berbagai universitas, Think Indonesia juga mengundang, perwakilan orang tua mahasiswa, mahasiswa yang telah berhasil membangun usahanya serta media sebagai penyeimbang. FGD diadakan di kampus Unitomo Surabaya, Selasa (17/7/2018).

CEO Think indonesia, Esti Nalurani mengatakan bahwa dari tujuan kegiatan ini adalah untuk memperoleh wawasan yang lebih jelas tentang pentingnya keberadaan program pendampingan kewirausahaan terhadap keberhasilan pertumbuhan wirausaha muda Indonesia.

Selain itu juga untuk memperoleh informasi tentang implementasi pentingnya keberadaan program pendampingan kewirausahaan terhadap keberhasilan pertumbuhan wirausaha muda Indonesia.  “Serta untuk menyusun rumusan pentingnya keberadaaan program pendampingan kewirausahaan terhadap keberhasilan pertumbuhan wirausaha muda Indonesia,” terangnya.

Ia mengatakan bahwa saat ini perkembangan wirausaha muda secara grafik telah mengalami pertumbuhan sangat tinggi. Sejak tahun 2000, banyak bermunculan entrepreneur muda dari berbagai sektor usaha. Hal ini tidak lepas dari banyak lomba atau kompetisi dan inkubator yang telah dibangun oleh berbagai lembaga.  

“Bahkan entrepreneurship telah menjadi gaya hidup baru bagi anak- anak usia 14 tahun hingga 25 tahun. Untuk itu, kami memiliki target, tidak terlalu besar tetapi cukup fokus. Setiap universitas ada 10 pengusaha dengan omset 300 juta per bulan. Harapan kami, selain bagus di akademiai, secara omset juga berhasil dan kematangan juga bagus. Tahap awal yang terpenting adalah menguatkan mindset dan daya juang mereka,” tegasnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unitomo, Nur Sayidah mengatakan bahwa melalui MoU yang telah dilakukan, Unitomo dan Think Indonesia akan bersama-sama mengembangkan kewirausahaan di Unitomo. Unitomo telah menyiapkan pendanaan sekitar Rp100 juta hingga Rp 200 juta per tahun untuk memfasilitasi mahasiswa untuk bangun usaha, sentara Think Indonesia melakukan seleksi, pendampingan dan monitoring.

Dosen Ekonomi Islam Uinsa, Yusuf Fandora mengatakan hal yang sama, bahwa pelatihan dan seminar wirausaha telah banyak dilakukan oleh  Perguruan Tinggi, misalnya tentang bagaimana menjalankan bisnis di era digital atau bagaimana cara membuat bisnis kreatif. Tetapi ketika mahasiswa mencoba dan gagal, belum ada penanganan khusus.

“Sekarang yang lagi dirasakan pengusaha muda, ketika mereka mendapatkan akses dana talangan dari pemerintah dan sukses, maka akan menjadi ikonik. Tetapi ketika gagal, mereka akan tenggelam dan selesai. Tidak ada penanganan khusus, kenapa gagal, ayo kita bersama-sama bangkit. Dan saya telah menyiapkan satu tempat yang bisa digunakan sebagai tempat konsolidasi, belajar dan juga sharing tentang bisnis,” pungkasnya.kbc6

Bagikan artikel ini: