Charge baterai smartphone hingga 100 persen berbahaya, benarkah?

Rabu, 18 Juli 2018 | 10:48 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Baterai yang awet bertahun-tahun adalah idaman setip penggguna smartphone. Beberapa cara kerap dilakukan demi memperpanjang usia ponsel.

Termasuk melakukan hal-hal yang diyakini bisa membuat baterai ponsel awet, seperti mengecasnya hingga 100 persen semalaman atau mengecas saat daya benar-benar habis.

Benarkan cara tersebut ampuh membuat baterai smartphone awet? Menurut perusahaan Cadex, produsen perangkat penguji baterai smartphone, praktik-praktik tersebut justru bisa memangkas usia ponsel, alih-alih memperpanjangnya.

Sebagian besar pengguna smartphone pasti akan mengisi daya baterai hingga 100 persen. Namun untuk baterai lithium-ion modern yang tertanam di berbagai smartphone saat ini, hal tersebut hanya mitos untuk membuatnya awet.

Pengisian baterai secara parsial memiliki manfaat positif untuk memperpanjang usia sel baterai. Ada alasan ilmiah di balik cara ini.

Ketika daya baterai semakin mendekati kosong, baterai Li-ion menarik arus secara konstan dan beroperasi pada tegangan lebih rendah. Tegangan tersebut perlahan-lahan akan meningkat seiring pengisian daya yang sedang berlangsung, lalu menaikkan daya pada level 70 persen, hingga kapasitas penuh.

Yang terpenting, pengisian baterai pada tegangan rendah akan lebih baik untuk usia baterai. Sebab, jika siklus tegangan semakin meningkat, maka penurunan kapasitas yang besar akan terjadi pula.

Hal itu dikarenakan setiap penurunan 0.1 volt pada tegangan sel akan menggandakan siklus hidup daya baterai.

Maka dari itu, sebaiknya pengisian daya baterai dimulai dari kisaran 30 persen hingga 80 persen agar voltase atau tegangan tetap rendah dan lebih awet di baterai. Serta lakukan pengisian baterai secara reguler secara parsial, atau tidak menunggu 100 persen. kbc10

Bagikan artikel ini: