Asyik, Togean Internasional Oceanic Festival 2018 siap dihelat

Jum'at, 20 Juli 2018 | 04:17 WIB ET
(foto: @togean_holidays)
(foto: @togean_holidays)

TOGEAN, kabarbisnis.com: Untuk urusan wisata bahari, Indonesia adalah jagonya. Banyak spot indah yang bisa dieksplore. Salah satunya, Pantai Togean di Sulawesi Tengah. 

Togean sendiri akan menjadi tuan rumah Internasional Oceanic Festival 2018. Acaranya akan digelar 7-11 Agustus 2018. Ini adalah agenda tahunan yang biasa dihadiri wisatawan mancanegara.

Menurut Menteri Pariwisata Arief Yahya, ada tiga jenis wisata bahari yang dikembangkan di tanah air. Pertama, coastal zone, atau bentang laut seperti pasir putih. Kedua, underwater zone, atau eksplorasi bawah laut Indonesia, dengan wisata selam. Ketiga, sea zone, wisata antar pulau dengan yacht atau perahu pesiar yang biasa sailing atau berlayar dari satu pulau ke pulau yang lain.

“Wisatawan mancanegara dari Italia, Jerman, Korea dan Prancis sudah mulai rutin datang di lokasi wisata Togean. Mereka pasti tidak akan melewatkan Togean Internasional Oceanic Festival,” terangnya, Rabu (18/7).

Di Togean, wisatawan bisa menikmati 15 kegiatan keren. Mulai dari lomba perahu layar, perahu kecil (ketinting), tarik tambang perahu, lomba rally photo landscape, jelajah destinasi kepulauan Togean, lomba lari karung di pantai, busana daerah, serta pameran industri kreatif masyarakat. 

Bagi yang lapar, wisata kuliner juga tersedia. Kuliner laut di Togean juga menjadi kekuatan tersendiri. Khususnya bagi kalangan wisman. “Di Togean, selain potensi wisata bahari, tentu juga ada kuliner. Makanan olahan hewan lautnya sangat enak. Ikan bakar rica-rica juga oke punya,” tambah Menpar Arief Yahya.

Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Provinsi Sulteng, I Nyoman Sriadijaya mengaku sudah siap menggelar festival wisata bahari itu. Rangkaian kegiatan Togean Internasional Oceanic Festival 2018 pun sudah disiapkan dengan baik.

”Semua sudah siap. Jelajah Togean nanti akan menjadi sesuatu yang luar biasa. Karena, wisatawan akan diperkenalkan keindahan enam pulau dari 40 pulau besar yang sudah bernama di Togean. Dari Pulau Kadidiri, Pangempa Bolilanga, Pulau Taupan, Jellyfish Lake, Kulingkinari, semua dikunjungi,” terang Sriadijaya.

Magnet lain yang tak kalah menarik adalah Rally Photo Togean. Di sini peserta akan menjelajahi dan menguak keindahan Kepulauan Togean yang juga dikenal dengan segitiga terumbu karang dunia.

“Kepulauan Togean sangat indah dilihat dari atas. Dan di bawah lautnya, lebih dahsyat lagi. Rally Photo Togean akan membuktikan hal itu," tambah Sriadijaya.

Dijelaskannya, para wisman bakal disambut dengan layanan prima. Pemerintah Provinsi Sulteng punsudah menyiapkan berbagai fasilitas transportasi serta menyiapkan hunian sementara bagi wisatawan asing yang datang ke Togean.

“Wisman sudah nggak perlu bawa apa-apa lagi. Semua sudah ada yang urus. Dari mulai transportasi sampai penginapan sudah tersedia,” ungkap Sriadijaya.

Kepulauan Togean di Sulawesi Tengah mungkin tak setenar Wakatobi. Tapi keindahannya tak kalah menakjubkan. Destinasi yang satu ini sangat cocok untuk wisatawan yang ingin berelaksasi.

Selain hamparan pantai berpasir putih dan lautan biru jernih, Anda juga bisa melihat hutan mangrove yang keren di Togean. Ada sekitar 33 jenis mangrove yang ada di sana. Dari 19 jenis bakau sejati (true mangrove) dan 14 jenis bakau ikutan (associate mangrove), bisa dijumpai di Togean.

Sepanjang mata memandang, Anda bisa melihat rumput pantai yang luas dan menjadi sumber makanan mamalia laut, Dugong. Selain itu, masih ada juga gua-gua, sungai hingga air terjun.

Namun, pemandangan bawah laut yang spektakuler lah yang membuat Kepulauan Togean menjadi incaran para traveler. Kepulauan Togean termasuk bagian penting dari segitiga terumbu karang dunia, yaitu Sulawesi, Filipina dan Papua Nugini.

"Terumbu karang di sini masih sangat sehat dan alami. Sehingga para wisatawan yang datang ke sini tidak akan melewatkan kesempatan untuk menyelam dan menikmati pemandangan bawah laut. Keanekaragaman hayati inilah yang membuat Kepulauan Togean ditetapkan sebagai taman nasional sejak 2004 lalu," pungkasnya. kbc4

Bagikan artikel ini: