Dongkrak kredit produktif, Bank Jatim bidik sektor pertanian dan proyek jalan tol

Kamis, 26 Juli 2018 | 07:50 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) mencatat pertumbuhan kredit 5,34% secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi Rp 32,19 triliun pada semester 1-2018.

Realisasi kredit ditopang oleh kredit konsumer sebesar Rp 22,32 triliun, sisanya Rp 9,87 triliun berasal dari kredit produktif. Artinya kredit produktif hanya menyumbang 30,67% dari total penyaluran kredit.

Direktur Keuangan Bank Jatim, Ferdian Satyagraha mengatakan, terdapat beberapa alasan masih kecilnya penyaluran kredit produktif. "Betul risiko kredit produktif lebih tinggi. Lalu, BPD memiliki pasar utama pada kredit aparatur sipil negara (ASN) dengan risiko rendah. Gaji di BPD tinggal potong," ujar Ferdian, Rabu (25/7/2018).

Selain itu, sindikasi kredit ke badan usaha milik negara (BUMN) lebih banyak diberikan ke bank milik BUMN. Ferdian menambahkan, saat ini permintaan kredit produktif lebih banyak melalui kredit usaha rakyat (KUR) lantaran memiliki suku bunga yang murah.

"Kami belum menyalurkan KUR karena baru proses pengajuan. Beberapa tahun ini, tidak ikut serta menyalurkan KUR. Sebab ada produk loan agreement dana dari pemda," jelas Ferdian.

Manajemen Bank Jatim mengharapkan pada tahun 2019 dapat menyalurkan KUR sebanyak Rp 200 miliar. Hingga akhir tahun ini, Ferdian menargetkan pertumbuhan kredit produktif Bank Jatim bisa mencapai 12%.

Guna mencapai target tersebut, Ferdian menyatakan, pihaknya akan memacu kredit ke sektor pertanian. Kemudian di sektor korporasi melakukan pembiayaan proyek jalan tol baik baik di Jakarta maupun di Jawa Timur. Ferdian pun merinci beberapa rencana pencairan kredit produktif hingga akhir tahun.

"Proyek enam tol dalam kota Jakarta seniliai Rp 100 miliar, kredit ke pertanian Rp 200 miliar, kredit mikro Rp 250 miliar, kredit ke rumah sakit Rp 150 miliar, dan kredit ke Pemda Banyuwangi senilai Rp 218 miliar," kata Ferdian. kbc10

Bagikan artikel ini: