Bekraf wadahi 95 startup kuliner gaet investor

Kamis, 26 Juli 2018 | 21:07 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Usaha rintisan (startup) kini tengah digandrungi masyarakat terutama generasi muda. Selain di sektor teknologi dan jasa, startup yang banyak bermunculan adalah di bidang makanan dan minuman alias kuliner.

Namun tak semua usaha rintisan kuliner berhasil dijalankan. Masalah klasik yakni modal dan akses pasar menjadi kendala.

Menyadari hal ini, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) melalui Deputi Pemasaran kembali menggelar demoday Food Startup Indonesia (FSI) 2018. Melalui ajang ini, Bekraf bakal mewadahi para startup yang sudah terkurasi unjtuk bisa mengakses modal dan pasar.

Tercatat, ada sebanyak 95, dari 352 perusahaan rintisan yang mendaftar akan berkesempatan mengenalkan produknya kepada investor dan masyarakat pada Kreatifood Expo pada 27-29 Juli 2018 di Ciputra World Surabaya. Kepala Bekraf Triawan Munaf dijadwalkan akan membuka even ini.

Surabaya sekaligus menjadi kota pertama perhelatan ini. Karena setelah Surabaya, kegiatan Kreatifood akan berlanjut ke 9 kota Indonesia lainnya, seperti Medan, Palembang, Yogyakarta, Jakarta, Bandung, Malang, Samarinda, Makassar, dan terakhir Denpasar.

Direktur Pengembangan Pasar Dalam Negeri Bekraf, Sappe M.P Sirait mengatakan, Kreatifood 2018 dihelat dengan arah baru yang bertujuan untuk meningkatkan subsektor kuliner dengan menghubungkan perusahaan rintisan kuliner kepada kanal distribusi dan pemasaran produk serta meningkatkan peluang investasi baru dari sisi permodalan non perbankan.

"Bekraf juga berupaya meningkatkan kapasitas pelaku ekonomi kreatif bidang kuliner dengan memberikan tambahan pengetahuan seputar ilmu investasi, kesiapan memasarkan di luar negeri, dan bagaimana melakukan pengembangan kapasitas produksi. Selain itu, Bekraf juga berupaya untuk mempertemukan pelaku ekonomi kreatif tersebut dengan pelaku rantai produksi lainnya (distributor atau reseller lokal)," katanya kepada wartawan di Surabaya, Kamis (26/7/2018).

Menurutnya, langkah Bekraf ini merupakan salah satu wujud intervensi pemerintah terhadap perkembangan ekonomi kreatif Indonesia. "Dengan adanya keterlibatan penuh dari pemerintah, dan kerjasama pemerintah dengan pihak swasta, diharapkan menjadi akselerator perkembangan ekonomi kreatif menjadi lebih cepat serta dapat menginspirasi para pelaku ekonomi kreatif lainnya," ujarnya.

Bonnie Susilo Perwakilan dari Perkumpulan Foodstartup Indonesia menambahkan, ada 95 startup yang terpilih sebagai hasil kurasi pada pendaftar yang akan unjuk gigi yang berasal dari Bali, Bogor, Balikpapan, Bandung, Bukittinggi, Bontang, Bintan, Batu, Banyuwangi, Batam, Blitar, Bekasi, DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Sumedang, Solo, Semarang, Sidoarjo, Papua, Medan, Makassar, Malang, Mataram, Kudus, Kediri, Depok, Tasikmalaya, dan Gowa.

"Dari peserta itu, 30 di antaranya bakal dipilih untuk melalukan pitching di hadapan investor pada 1 Agustus. Selama pitching, startup bisa meyakinkan investor bahwa produk mereka layak untuk didanai. "Investor yang tertarik mendanai sub sektor kuliner juga diundang pada demoday FSI ini," kata Bonnie.

Dari 30 startup tersebut, akan dikurasi lagi menjadi tiga startup kuliner terbaik. Ketiganya akan mendapat fasilitas lebih lanjut dari Bekraf seperti insentif dari pemerintah dan pendukungan pameran di dalam dan luar negeri. kbc7

Bagikan artikel ini: