BMKG: Gempa susulan di Lombok tidak berdampak merusak, suasana berangsur aman

Kamis, 09 Agustus 2018 | 08:15 WIB ET

LOMBOK, kabarbisnis.com: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat telah terjadi sebanyak 344 kali gempa di Lombok sampai Kamis pagi.

"Telah terjadi 344 kali gempa, 17 kali diantaranya bisa dirasakan manusia," kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati di Mataram, Lombok, Kamis.

Ia menjelaskan gempa yang dapat dirasakan manusia jika memiliki kekuatan 3.0 SR ke atas. Sedangkan di bawah besaran tersebut hanya bisa dirasakan oleh alat sensor dan beberapa hewan.

Ia mengatakan gempa susulan yang terjadi di Lombok kekuatannya semakin melemah dan tidak berdampak yang merusak. Ia menginformasikan kepada seluruh masyarakat Lombok diperbolehkan untuk kembali ke rumah masing-masing.

"Warga sudah boleh jika ingin kembali ke rumah, keadaan sudah berangsur aman," kata Dwikoritas di Mataram, Lombok, Kamis dini hari, seperti dikutip Antara.

Kepala BMKG menjelaskan bahwa titik puncak getaran gempa dan potensi tsunami sudah terlewati. Sehingga yang muncul hanya getaran gempa susulan yang semakin mengecil.

Sensor-sensor pendeteksi gempa sudah menunjukkan angka yang wajar untuk patahana yang berada di laut Flores. Gempa susulan menurutnya akan sering terjadi namun tidak memberikan dampak yang merusak. kbc1

Bagikan artikel ini: