Target backlog rumah turun jadi 5,4 juta, porsi dana FLPP perbankan ditambah

Rabu, 15 Agustus 2018 | 08:12 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Proporsi dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang disalurkan pemerintah untuk pembiayaan rumah subsidi resmi berkurang, dari 90 persen menjadi 75 persen. Sebaliknya, beban dana bertambah untuk perbankan, dari 10 persen jadi 25 persen.

Dengan skema tersebut, diharapkan perbankan mampu mengurangi defisit perumahan atau backlog pada 2019 hingga mencapai 5,4 juta unit rumah.

Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR Lana Winayanti mengatakan, besaran saluran dana yang dikeluarkan pemerintah akan berkurang, sehingga turut berdampak terhadap pendistribusian rumah subsidi hingga mencapai 60 ribu unit.

"Salurannya kan sebetulnya kalau dana FLPP sendiri ada 42 ribu. Kemudian dengan naiknya porsi dari bank jadi 25 persen, kan porsi pemerintah turun 75 persen. Kita harapkan itu bisa menaikkan jadi 60 ribu," jelas dia di Jakarta, Selasa (14/8/2018).

Tercatat, total ada 43 bank pelaksana yang menyalurkan dana FLPP pada 2018. Jumlah tersebut terdiri dari 11 Bank Umum Nasional dan 32 Bank Pembangunan Daerah.

Lana mengatakan, penyaluran dana FLPP untuk sementara akan dihentikan untuk 43 bank tersebut. Perkembangan penyaluran dari bank-bank itu pun nantinya akan turut dievaluasi pada akhir kuartal III, yakni September 2018.

"Jadi kita syaratkan misalnya sampai akhir kuartal III ini mereka harus menyalurkan 50 persen dari target kuota. Kalau itu tidak tercapai, ya sudah itu diambil alih bank lain yang berpotensi menyalurkan," tegas dia.

Dia pun berharap, penyaluran rumah subsidi yang dibantu 43 bank ini dapat memangkas angka backlog pada tahun depan. Menurut data terakhir pada 2015, nominal defisit perumahan mencapai 7,6 juta unit rumah.

"Backlog kan tadi 7,6 juta, kemudian 2019 diharapkan berkurang jadi 5,6 juta," pungkas Lana. kbc10

Bagikan artikel ini: