Tahun 2024, aset Bank Jatim diprediksi tembus Rp 100 triliun

Minggu, 19 Agustus 2018 | 10:38 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Gubernur Jatim Soekarwo mengatakan Bank Jatim semakin bertambah umur, harus memiliki visi yang hebat. Tahun 2024, diharapkan asetnya di atas Rp 100 triliun. Pada tahun 2018 ini, Bank Jatim berusia 57 tahun. 

“Dilihat dari kemajuan Bank Jatim sampai saat ini, bukan tidak mungkin aset diatas Rp 100 triliun bisa dicapai lebih cepat yaitu pada tahun 2022. Salah satu upaya adalah merangkul UMKM untuk menjadikan Bank Jatim sebagai salah satu sumber pembiayaan," ujarnya saat Jalan Sehat dalam rangka Dirgahayu Bank Jatim 57 Tahun di Lapangan Lenmarc, Surabaya, Sabtu (18/8/2018). 

Menurutnya, alasan UMKM harus dirangkul oleh perbankan khususnya Bank Jatim, yaitu jumlahnya tiap tahun meningkat. Pada tahun 2006 dilakukan sensus, jumlah UMKM sebanyak 4,2 juta. Jumlah ini meningkat pada tahun 2012 sebanyak 6,8 juta. Selanjutnya, pada sensus tahun 2016 meningkat lagi menjadi 9,59 juta UMKM. 

Selain itu, keberadaan UMKM yang banyak juga berperan terhadap PDRB Jatim, di mana meningkat setiap tahunnya. Pada tahun 2012, UMKM menyumbang hanya 54,98 persen, dan saat ini naik menjadi 57,2 persen terhadap PDRB. Melihat capaian pada tahun 2017, menjadi kesempatan untuk biayai UMKM yaitu melalui potensi kredit. 

"Ada sekitar Rp 1.161 triliun yang menunggu landing kredit dari perbankan. Dari angka ini, landing kredit yang diberikan bank sekitar Rp 52 triliun. Masih ada ruang lebar sekali yang harus dilakukan, dan Bank Jatim harus menjadikan ini sebagai kesempatan emas,” tegas Pakde Karwo, sapaan akrabnya 

Dengan peluang seperti itu, Pakde Karwo mengusulkan tiga hal. Pertama, Bank Jatim harus melakukan pembenahan sumber daya manusia (SDM). Kedua, menggunakan informasi teknologi (IT). Ketiga, meningkatkan profesionalisme keuangan untuk meningkatkan kredit. 

”Hal tersebut harus dilakukan karena kondisi pasar yang sangat bagus, dan Bank Jatim sangat cepat beradaptasi. Hal itu menjadi penunjang agar pada tahun 2022 aset Bank Jatim lebih dari Rp 100 triliun,” paparnya. 

Jika tiga usulan itu bisa dilakukan, maka pertumbuhan Jatim bukan 5,5 persen tapi 6 persen. Selain itu, Jatim menjadi backbone perekonomian Indonesia karena 14,92 persen ekonomi nasional disumbang oleh Jatim. 

"Saya juga mendukung adanya konsep one Dirut one innovation dengan tujuan agar ada banyak inovasi di bidang perbankan di dalam Bank Jatim,” tambahnya. 

Jalan Sehat dalam rangka Dirgahayu Bank Jatim 57 Tahun diikuti sekitar 1.000 karyawan Bank Jatim. Turut hadir, Dirut Bank Jatim, Soeroso, Ketua Dekranasda  Jatim, Dra. Hj. Nina Soekarwo dan Pj Sekdaprov Jatim, Jumadi. Gerak Jalan diawali dengan senam bersama. kbc3

Bagikan artikel ini: