Pemerintah tambah utang Rp36 triliun di luar SBN, ini tujuannya

Selasa, 21 Agustus 2018 | 07:34 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah bakal menambah utang di luar penerbitan surat berharga negara (SBN), namun melalui pinjaman bilateral/multilateral.

Direktur Surat Utang Negara Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Loto Srinaita Ginting menjelaskan total tambahan pinjaman tersebut sebesar US$ 2,5 miliar atau setara Rp 36,2 triliun (kurs Rp 14.500).

"Tahun ini awalnya kan sekitar US$ 1 miliar tambahanya sekitar US$ 2,5 miliar, jadi totalnya US$ 3,5 miliar," terangnya di Gedung BEI, Jakarta, Senin (20/8/2018).

Langkah ini diambil lantaran kondisi ketidakpastian global, sehingga pemerintah berupaya mengurangi penerbitan SBN yang dinilai saat ini rentan terhadap kondisi ketidakpastian global.

Hal itu juga yang membuat pemerintah yang rajin menerbitkan surat utang untuk ritel. Hari ini misalnya, pemerintah mencatatkan surat utang dalam bentuk Savings Bond Ritel (SBR) seri SBR004, targetnya Rp 1 triliun.

"Kita melihat bahwa pasar global lagi penuh ketidakpastian, akibatnya tekanan pasar domestik agak besar. Termasuk ini juga yang membuat kupon SBR004 ini bsia menarik. Karena ada tekanan di pasar global," tambahnya. kbc10

Bagikan artikel ini: