Berkat jasa kirim online, pelaku UMKM pangkas biaya produksi hingga 30,3%

Kamis, 30 Agustus 2018 | 08:08 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) diklaim mampu menghemat biaya produksi hingga 30,3 persen berkat jasa pengantaran alias kirim online. Data ini terungkap dari hasil riset yang dilakukan Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI).

Kepala LD FEB UI Turro Wongkaren mengatakan, pelaku UMKM yang memanfaatkan jasa pengantaran online ini bisa meraih akses pasar yang lebih luas.

"Karena adanya layanan Go-Food atau Go-Send, UMKM bisa go online. UMKM ini bisa punya akses pasar yang lebih luas," ujar Turro dalam acara Forum Katadata, Rabu (29/8/2018).

Pelaku UMKM kuliner saat ini dituntut untuk semakin mudah dan cepat memberikan layanannya kepada konsumen. Layanan antar menjadi salah satu instrumen utama untuk menjangkau konsumen agar lebih tertarik. Namun, sekitar 76 persen UMKM kuliner tidak memiliki layan antar sebelum bergabung dengan aplikasi on demand asal Indonesia ini.

Lebih jauh lagi, di antara UMKM yang memiliki layan antar, sekitar 30 persen menggunakan karyawan yang merangkap sebagai layan antar. Namun, jika UMKM bisa memanfaatkan jasa pengantaran online, pelaku dapat mengurangi penggunaan karyawan untuk melakukan layan antar tersebut sehingga dapat menghemat biaya produksi.

Hal ini berkaitan dengan jasa pengantaran online yang dapat membantu terjadinya efisiensi dan produktivitas UMKM. Karyawan yang sebelumnya melakukan layan antar dapat dialihkan untuk pelayanan di outlet atau meningkatkan produksi. Hasil riset ini juga menyebutkan bahwa pemilik UMKM menjadi tidak perlu investasi untuk pengadaan armada layanan antar untuk pelanggannya. Dengan memanfaatkan layanan on demand secara online, UMKM bisa terbantu agar biayanya tidak membengkak.

Riset yang dilakukan LD FEB UI melibatkan lebih dari 7.500 responden, termasuk diantaranya 3.465 konsumen dan 806 mitra UMKM yang tergabung dalam platform Go-Jek. Responden tersebut merupakan mitra UMKM dan konsumen yang aktif, sampel mewakili populasi mitra pengemudi, mitra UMKM, dan konsumen di 9 wilayah yaitu Bandung, Bali, Balikpapan, Jabodetabek, DI Yogyakarta, Makassar, Medan, Palembang dan Surabaya. kbc10

Bagikan artikel ini: