Toyota belum berniat kerek harga mobil meski dolar AS melejit

Kamis, 06 September 2018 | 09:17 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Rupiah terus mengalami pelemahan bahkan menyentuh angka Rp 15 ribu per dolar Amerika Serikat (AS). Namun demikian, pelaku industri otomotif dalam negeri belum berencana untuk menaikkan harga jual produknya. Salah satunya PT Toyota Astra Motor (TAM).

“Sampai saat ini belum ada rencana untuk menaikkan harga,” kata Fransiscus Soerjopranoto, Executive General Manager PT TAM, Rabu (5/9/2018).

Soerjo menyampaikan bahwa sejauh ini permintaan akan produk produk Toyota masih dapat dikatakan stabil, yang artinya tidak terefek secara langsung dari peningkatan exchange rate. “Kaarea industri otomotif, apalagi yang sudah 90 persen mayoritas di produksi dalam negeri biasanya cost maupun harga sudah di siapkan jauh jauh hari baik dengan melakukan hedging dari cost dan lain-lain,” ujarnya.

Efek yang paling mungkin adalah, lanjut dia, shock sementara di pasar karena kenaikan exchange rate, dan dapat membuat contohnya penyesuaian kembali waktu (pemunduran) pembelian kendaraan bagi beberapa konsumen.

“Tapi berapa besar juga harus di lihat 3-4 bulan lah kira-kira agak ketahuan angka penurunannya jika memang ada,” katanya. “Sejauh ini belum ada revisi dari rencana penjualan sebagai akibat dari perubahan exchange rate.”

Menurut Soerjo, Toyota berhasil mencetak  pertumbuhan wholesales yang positif yaitu 34.984 unit pada Juli 2018. Artinya dibanding bulan Juni yang memang hanya 18.642 unit karena faktor libur lebaran ada kenaikan hingga hampir dua kali lipat di bulan Juli.

Dari kenaikan itu, segmen MPV masih menjadi pasar terbesar saat ini. Toyota Avanza bersama Toyota Kijang Innova dan Toyota Calya masih terus berkembang permintaan nya dari waktu ke waktu.

SUV di beberapa tahun belakangan juga disebut menunjukkan peningkatan permintaan. Toyota Rush permintaannya meningkat hingga dua kali lipat dari hanya rata-rata 1.500 perbulan pada 2017, hingga di 2018 menjadi 3.800 per bulan. “Toyota Fortuner tetap stabil di angka 1.600 sampai 1.800 rata-rata setiap bulan,” ujarnya. kbc10

Bagikan artikel ini: