Ari Askhara jadi bos baru Garuda Indonesia

Rabu, 12 September 2018 | 19:52 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Rabu (12/9/2018) memutuskan mengangkat I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atau lebih dikenal dengan panggilan Ari Askhara menjadi direktur utama menggantikan Pahala N. Mansury.

Sebelumnya, Askhara menjabat sebagai Direktur Utama PT Pelindo III (Persero) dan pernah menduduki kursi direktur di maskapai pelat merah tersebut sebagai Direktur Keuangan dan Risiko saat era Direktur Utama Arif Wibowo. Askhara tercatat pernah mengisi jajaran direksi di sejumlah perusahaan sejak 2013 hingga 2018, yaitu Head of Natural Resources ANZ.

Setelah itu menjadi Direktur Keuangan PT Pelindo III, kemudian Direktur Keuangan dan Risiko Garuda.Ari juga didapuk menjadi Direktur Pengembangan Sumber Daya Manusia PT Wijaya Karya Tbk dan terakhir pada 2018 sebagai Dirut PT Pelindo III.

Jajaran direktur lainnya, yaitu Direktur Niaga Pikri Ilham Kurniansyah, Direktur Kargo dan Pengembangan Usaha M Iqbal, Direktur Operasi Bambang Adi Surya, Direktur Keuangan dan Manajeman Risiko Fuad Rizal, Direktur SDM Heri Akhyat, Direktur Teknik I Wayan Susena dan Direktur Layanan Nicodemus P Lampe.

Sementara itu, untuk komisaris utama atau independen Agus Santoso, Komisaris Independen Ismerda Lebang, Komisaris Independen Herbert TP Siahaan, Komisaris Muzaffar Ismail, Komisaris Chairul Tanjung, dan Komisaris Luky Alfirman.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno beranggapan pergantian direktur utama di perusahaan BUMN adalah hal yang lumrah."Ya biasa itu putaran saja," kata Rini.

Rini menjelaskan pergantian dirut selalu melihat sesuai kebutuhan serta kemampuan dari individu sendiri. Sehingga, alasan pergantian antarjajaran direktur di perusahaan BUMN lebih pada kebutuhan dalam menghadapi tantangan terhadap BUMN ke depannya.

"Misalnya Garuda Indonesia. Di Garuda kita butuhkan eskpertis yang bagaimana. Jadi itu semua kita analisa secara total. Tujuannya untuk tingkatkan kinerja BUMN, kerja lebih erat antara dewan komisaris dan direksi," tutupnya.kbc11

Bagikan artikel ini: