Pasar properti stagnan, ini yang dilakukan Sinar Mas Land jaga kinerja tahun ini

Kamis, 13 September 2018 | 19:35 WIB ET
Managing Director Presiden Office Sinar Mas Land, Dhony Rahajoe.
Managing Director Presiden Office Sinar Mas Land, Dhony Rahajoe.

SURABAYA, kabarbisnis.com: Pasar properti di Tanah Air cenderung mengalami perlambatan dalam 1-2 tahun terakhir. Kondisi ini diprediksi akan berlangsung hingga tahun 2019 menyusul adanya agenda politik pemilihan presiden.

Namun begitu, pengembang properti Sinar Mas Land tetap berupaya untuk menjaga kinerja tetap positif, diantaranya dengan melakukan efisiensi dan menghadirkan produk yang memiliki nilai lebih bagi konsumen.

Managing Director Presiden Office Sinar Mas Land, Dhony Rahajoe mengatakan, pasar properti memang menghadapi siklus 10 tahunan, dimana saat ini memang tengah berada di fase penurunan. Tapi kecenderungan melambatnya pasar sudah terasa sejak 2-3 tahun ini.

"Kami menghadapinya dengan melakukan efisiensi, bertahan memberikan konsep produk yang menarik, dan melanjutkan progress dari pembangunan produk untuk menjaga kepercayaan konsumen," katanya di sela media gathering bersama Sinar Mas Group di Surabaya, Rabu (12/9/2018).

Menghadapi kondisi seperti ini, Dhony bilang, pengembang harus tetap bertahan. Sementara adanya pelemahan nilai tukar, saat ini tidak memberi pengaruh banyak pada pasar konsumen. Karena penjualan produk masih menggunakan rupiah.

"Yang terimbas bahan baku bangunan. Antara lain harga besi. Tapi untuk proyek jangka panjang, biasanya sudah dilakukan antisipasi dengan belanja menggunakan harga tertinggi yang sudah diperkirakan," ungkap Dhony.

Sementara terkait penjualan, dalam tiga tahun terakhir, Sinarmas Land mengakui bila pendapatan dari hasil penjualan mengalami kontraksi dan beberapa kali melakukan koreksi target. Namun seluruhnya masih dalam jalurnya.

Beberapa hal yang mereka pertahankan terkait proyek properti adalah lahan yang cukup bagus, lokasi dan konsep. "Apalagi di tengah pasar yang lesu, penjualan banyak yang dilakukan dengan promo. Inilah saatnya membeli properti," tambahnya.

Ke depan, properti dipastikan akan tumbuh positif lagi. Mengingat kebutuhan tempat tinggal selalu meningkat mengikuti bertambahnya jumlah penduduk. Sementara bila dibandingkan lahan, yang tiap tahun malah menyempit tidak bertambah, sangat berbanding terbalik dengan kebutuhan.

"Kalau tahun depan, mungkin setelah pemilu, akan mulai naik, dan biasanya akan ada waktu untuk booming," jelas Dhony.

Klaska Residence

Terkait pasar Surabaya, Dhony melihat potensi pasar yang cukup dinamis. Daya beli masyarakat Surabaya sudah hampir sama dengan Jakarta. Kebutuhan tempat tinggal horizontal juga sudah mulai meningkat.

Saat ini, pengembangan properti oleh Sinar Mas Land yang sedang progres adalah mixed used building di kawasan Jagir, Surabaya dengan nnama Klaska Residence dan rumah tapak di Wisata Bukit Mas kawasan Wiyung, Surabaya Barat.

Untuk proyek Klaska Residence, saat ini sudah mulai pembangunan untuk tower I apartemen. Proyek ini sudah melakukan ground breaking pada Februari 2018 lalu dan saat ini pembangunan pondasi. Sedang progress penjualan tower pertama sudah mencapai 85 persen. Ditargetkan tower pertama ini akan habis terjual di akhir tahun ini.

Saat ini produk yang tersisa masih unit apartemen hunian yang dijual mulai Rp 600 juta per unit untuk unit terkecil. 

Beragam fasilitas terbaik siap memanjakan penghuni Klaska Residence, mulai dari library, movie room, serta children playground. Swimming pool dengan enam thematic water facilities juga tersedia untuk mememberikan pengalaman yang menyenangkan dan menarik bagi para keluarga. Sky garden di lantai 29 juga tersedia bagi para penghuni yang ingin menikmati pemandangan Kota Surabaya sambil berinteraksi dengan keluarga atau penghuni lain. Klaska juga memiliki Jacuzzi dan Sauna, fasilitas yang hanya tersedia di Klaska Residence jika diukur dengan apartemen lain di kelasnya. kbc7

Bagikan artikel ini: