Pasar properti melambat, Intiland siapkan strategi genjot penjualan

Kamis, 20 September 2018 | 20:33 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Perusahaan pengembang properti PT Intiland Development Tbk (Intiland) berupaya untuk terus meningkatkan kinerja penjualan di semester II tahun ini. Manajemen perseroan telah menyusun sejumlah strategi kunci untuk menggenjot hasil penjualan tahun ini, khususnya dari pemasaran inventori produk-produk properti.  

Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland Archied Noto Pradono mengatakan, pasar properti belum membaik dalam delapan bulan pertama tahun 2018. Perseroan memproyeksikan kondisi tersebut belum akan berubah hingga akhir tahun ini. 

“Secara umum sektor properti masih menghadapi tantangan cukup berat dan konsumen masih memilih untuk mengambil sikap wait and see  atau cenderung menunggu. Pasar membutuhkan stimulus yang dapat mengembalikan kepercayaan investor dan membangkitkan kembali minat beli konsumen,” ujar Archied melalui keterangan tertulisnya, Kamis (20/9/2018).

Menghadapi dan mengantisipasi kondisi ini, perseroan menyiapkan sejumlah strategis kunci yang berfokus pada upaya menjaga dan meningkatkan kinerja penjualan. Perseroan optimistik daya beli konsumen dan tingkat kebutuhan terhadap produk properti masih tinggi. 

Salah satu strategi kunci yang akan ditempuh yakni meluncurkan sebuah program pemasaran dan penjualan spesial yang dinamakan Smart Deals Fest. Program promosi terpadu ini diharapkan dapat membantu meningkatkan penjualan di sisa waktu tahun ini. 

Peluncuran program Smart Deal Fest ini, menurut Archied, bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi masyarakat luas untuk bisa memiliki produk-produk properti Intiland dengan beragam fasilitas kemudahan.  Program ini akan digelar selama tiga bulan, mulai dari 1 September 2018 hingga 30 November 2018.   

“Program promo spesial ini berlaku untuk semua produk properti Intiland di Jakarta dan Surabaya. Semua proyek turut berpartisipasi dari mulai perumahan, apartemen, komersial, dan pergudangan. Ini kesempatan yang sangat baik bagi konsumen untuk pembelian produk properti, dan hanya di periode tersebut,” kata Archied. 

Pada program Smart Deals Fest ini, perseroan menyiapkan sejumlah paket promo menarik bagi para calon konsumen. Beragam fasilitas tersebut antara lain seperti program cicilan panjang,  bunga kredit fixed hingga 10 tahun, hingga harga jual serta diskon spesial. 

Menjadi bagian dari Smart Deals Fest, perseroan meluncurkan program Feast on Fortune, khusus untuk proyek-proyek di Surabaya.  Feast on Fortune merupakan rangkaian perjalanan pameran dan festival yang dilakukan pada proyek-proyek di Surabaya secara bergantian. 

Pada Feast on Fortune, para calon konsumen akan mendapatkan pengalaman hadir di setiap even yang berbeda-beda di setiap proyek, seperti Sumatra36, Graha Golf, The Rosebay, Zpazio Tower, Graha Natura, dan Praxis.

Beragam kegiatan yang diselenggarakan antara lain mengusung tema makanan (feast) yang berbeda-beda, mulai dari Healthy Food, Kids Gimbap Workshop, Chef Kids Competition, Chinese Food Festival, hingga acara talk show Economic Update di industri makanan. 

Selain menyediakan beragam hadiah langsung yang menarik, Feast on Fortune juga menyiapkan hadiah lucky draw bagi konsumen yang hadir. Bukan hanya itu, selama periode program, Intiland juga menjalin kerjasama dengan sejumlah bank terkemuka untuk meluncurkan program pembelian yang sangat menarik. 

Kinerja Penjualan

Sepanjang semester I tahun ini, Intiland berhasil membukukan penjualan pemasaran (marketing sales) sebesar Rp1,3 triliun. Jumlah tersebut berasal dari penjualan di segmen pengembangan mixed-use & high rise senilai Rp969 miliar, atau 75 persen dari keseluruhan, segment pengembangan kawasan perumahan sebesar Rp270 miliar atau 21 persen dari keseluruhan. Segmen pengembangan kawasan industri tercatat membubuhkan nilai marketing sales sebesar Rp45 miliar.    

Intiland tahun ini menargetkan pencapaian marketing sales sebesar Rp3,3 triliun. Perolehan di semester I tahun ini setara dengan 38 persen dari total target. Perseroan akan mengejar target marketing sales tersebut dari penjualan investori di semua segmen pengembangan, khususnya pada produk perumahan dan apartemen yang progres pengembangannya sudah hampir selesai. 

“Walaupun tantangannya cukup berat dan kondisi sektoral kurang kondusif, namun kami tetap akan berusaha secara maksimal untuk mencapai target tersebut. Target utama pada penjualan produk yang sudah hampir selesai sehingga akan memudahkan konsumen untuk proses kredit ke perbankan,” ungkap Archied.   

Perseroan terus memantau setiap perubahan yang terjadi baik secara makro maupun sektoral. Langkah ini menjadi penting untuk memperkirakan dampak setiap perubahan dan menyiapkan strategi yang tepat untuk mengantisipasinya.  

“Kami telah bekerjasama dan mendapatkan komitmen dari sejumlah bank terkemuka untuk berkolaborasi memberikan penawaran pembiayaan yang paling menarik bagi konsumen,” ungkap Archied lebih lanjut.

Pada saat ini sejumlah proyek pengembangan baru perseroan sudah dalam tahapan akhir pembangunan. Beberapa proyek tersebut antara lain pengembangan terpadu Praxis dan Spazio Tower di Surabaya serta apartemen Regatta dan 1Park Avenue di Jakarta.  

Menurut Archied, selain dari penjualan investori, perseroan berencana untuk meluncurkan sejumlah pengembangan proyek baru tahun ini. Perseroan sedikitnya telah menyiapkan tiga pengembangan proyek baru yang siap diluncurkan, antara lain pengembangan apartemen di Jakarta dan Surabaya. 

“Kami dalam tahap persiapan akhir dari rencana tersebut. Intinya kami siap untuk meluncurkan, namun tetap mempertimbangkan kondisi dan perubahan pasar yang terjadi. Kami tetap optimistik, namun perlu secara hati-hati mengukur tingkat risiko dari setiap langkah ekspansi dan mempertimbangkan daya serap pasar properti saat ini,” kata Archied.   

Sejumlah pengembangan baru yang masuk rencana perseroan tahun ini antara lain Proyek Tierra, sebuah pengembangan mixed-use & high rise terpadu di Surabaya. Menempati lahan pengembangan seluas 7,5 hektar, pengembangan Tierra dibagi dalam beberapa tahapan pembangunan yang meliputi apartemen, gedung perkantoran, komersial, shopping district, hotel, hingga penyediaan area terbuka yang luas. 

Pengembangan baru lainnya yakni rencana pengembangan tower Alena yang menjadi bagian dari pengembangan apartemen Graha Golf yang terletak di kawasan Graha Famili. Perseroan juga baru saja meluncurkan klaster Gravillea di kawasan Graha Natura surabaya. Berlokasi di pengembangan tahap 2, klaster ini menyediakan lima tipe rumah dan lokasinya dekat dengan rencana pusat gaya hidup di kawasan tersebut. 

“Di Graha Famili, kami juga meluncurkan kavling eksklusif Alstonia. Jumlahnya tidak banyak, hanya 17 kavling dengan ukuran mulai 300 – 1.060 meter persegi yang sebagian menawarkan panorama padang golf,” ujar Archied. 

Menurut Archied perseroan telah mengalokasikan belanja modal (capital expenditure; capex) untuk pengembangan tahun ini senilai Rp2 triliun. Alokasi capex tersebut sebagian besar digunakan untuk pengembangan proyek-proyek baru dan proyek yang berjalan, namun tidak untuk penambahan cadangan lahan (landbank).

Mempertimbangkan arah perkembangan usaha ke depan, Archied optimis kinerja Intiland akan semakin baik. Perseroan merasa perlu menjalin kerjasama dengan para investor strategis yang ingin meningkatkan nilai investasi secara jangka panjang. 

Upaya tersebut ditempuh antara lain dengan membuka peluang kerjasama dengan para investor dan mitra strategis. Lingkup dari kerjasama strategis ini dapat berupa pembentukan joint venture, joint operation, pengembangan lahan, maupun bentuk kerjasama strategis lainnya. kbc7

Bagikan artikel ini: