Sukses di Asian Games 2018, Liga eSports antar SMA digelar

Sabtu, 22 September 2018 | 01:03 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Olahraga elektronik atau umum disingkat eSports, sedang naik daun. Terutama. setelah kompetisi ini diikutkan sebagai salah satu cabang olahraga eksibisi yang dipertandingkan pada Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang beberapa waktu lalu.

Kondisi ini membuat sejumlah pihak mulai melirik olahraga ini. Ajang pencarian bibit atlet muda eSports pun mulai digalakkan. Salah satunya melalui ajang bertajuk High School League (HSL) 2018. Liga eSports pertama yang khusus digelar untuk pelajar SMA ini bakal diramaikan 32 sekolah di 8 kota besar, termasuk Surabaya dan Malang.

Presiden HSL, Stevanus mengatakan tujuan utama penyelenggaraan liga eSports antar pelajar SMA di Indonesia ini bertujuan untuk mencetak bibit-bibit baru dunia eSports di masa mendatang yang berasal dari dunia pendidikan nasional.

”Kami menargetkan ada 30 peserta. Saat ini sudah ada 35 sekolah yang mendaftar,” ujar Stevanus di sela sosialisasi HSL 2018 di Surabaya, Jumat (21/9/2018).

eSport adalah jenis olahraga yang masih relatif baru di kalangan masyarakat, terutama di kalangan sekolah. Padahal eSports menawarkan banyak peluang dari sisi prestasi dan aktualisasi diri, sportivitas dan pembangunan mental, maupun dari sisi ekonomi karena eSports saat ini telah membangun diri sebagai industri dengan valuasi yang sangat besar.

Stevanus menjelaskan, gaming tak semata-mata hanya untuk permainan belaka. Game juga bisa dikompetisikan secara profesional lewat eSports. Adapun eSports adalah olahraga adu cepat dan cerdas dalam strategi, konsentrasi dan dukungan fisik prima lewat game.

“Untuk itu, kompetisi eSports ini lalu difokuskan pada pelajar, demi mencari bibit muda potensial yang diandalkan di kompetisi dunia,” tuturnya.

Dipilihnya pelajar SMA untuk ikut HSL ini karena pada usia sekian, mereka adalah remaja yang bisa berkembang potensi dan sudah terbentuk kedisiplinan untuk berkompetisi. Ini berbeda dengan pelajar SMP yang kurang disiplin saat punya komitmen kompetisi.

“Tak hanya tingkat pelajar SMA saja yang dibidik untuk eSports ini, tak lama lagi liga game untuk mahasiswa akan dibuka,” terangnya.

Adapun dalam HSL 2018 ini, kompetisi akan diikuti 32 sekolah dari 8 kota besar di Indonesia, yakni Jakarta, Bandung, Bogor, Medan, Solo, Surabaya, Malang, dan Makassar.

Proses registrasi online digelar mulai 6 September hingga 12 Oktober nanti. Setelah itu, dimulai babak kualifikasi mulai 20 Oktober hingga 18 November di icafe yang ada di 8 kota itu.

Kemudian dari kualifikasi itu, dipilih empat tim terbaik untuk dibawa ke babak final di Jakarta pada 15-16 Desember 2018. “Dari roadshow HSL 2018 di tiga kota, yakni Jakarta, Bandung dan Malang, sudah ada 35 sekolah yang mendaftar secara online,” urainya.

Mereka yang bertanding di HSL 2018 ini dilakukan secara tim, yang terdiri atas maksimal 10 siswa. Tiap sekolah hanya bisa mengirim satu tim saja pada liga ini. Yang pasti, pelajar yang bisa mengikuti HSL 2018 ini harus ada izin sekolah, dan punya nilai akademis bagus, terutama matematika.

“Memang butuh nilai akademis bagus, terutama matematika, karena kompetisi ini butuh perhitungan dan strategi jitu,” katanya.

Hadiah yang disediakan bagi pemenang berupa beasiswa penyediaan kurikulum eSports, biaya subsidi untuk guru pembimbing kegiatan ekstrakurikuler sSports dan dukungan perlengkapan laboratorium eSports sekolah berupa PC untuk gaming dengan total nilai sebesar Rp 1,2 Miliar.

Stevanus mengatakan, HSL 2018 akan mempertandingkan DOTA 2 sebagai game utama. DOTA 2 dipilih karena game real time strategy ini dapat mendorong pemain meningkatkan kemampuan kerjasama, kekompakan, pengambilan keputusan, strategi, sportivitas dan disiplin.

Salah satu pendukung HSL 2018, JD ID memandang eSports sebagai olahraga saat ini sudah tidak lagi dipandang sebelah mata. Terutama setelah menjadi cabang olahraga eksibisi Asian Games 2018.

Head of Corporate Communications and Public Affairs JD.ID Teddy Arifianto mengatakan sebagai perusahaan berbasis teknologi, JD.ID memandang eSports sudah menjadi sebuah gerakan positif yang mendorong lahirnya bakat-bakat muda potensial.

”Ini sangat sesuai dengan salah misi kami yaitu Advancing Indonesia sehingga kami mendukung kegiatan HSL 2018 demi mendukung kemajuan generasi masa depan Indonesia yang berprestasi,” ujarnya. kbc7

Bagikan artikel ini: