Ini Upaya Kementan Pulihkan Ekonomi Pasca Gempa NTB

Minggu, 23 September 2018 | 14:49 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Pertanian (Kementan) terus membantu untuk memulihkan perekonomian warga pasca gempa bumi di Lombok Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) I Ketut Diarmita mengatakan bahwa bencana gempa ini telah menimbulkan kerugian jiwa dan material, sehingga sesuai instruksi Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Kementan turut andil menjadi bagian pemerintah untuk membantu penanganan pasca gempa.

“Bapak Mentan langsung mengintruksikan kami untuk turun langsung membantu pemulihan pasca gempa di NTB ini,” kata Ketut di Jakarta, kemarin.

“Bantuan uang tunai dari keluarga besar Kementan dan para mitranya yang masuk ke rekening posko gempa bumi Pulau Lombok yang dikelola BPBD Provinsi NTB sampai saat ini diperkirakan mencapai lebih dari Rp. 11.751.000.627,” ungkapnya.

Ketut juga menyampaikan bahwa hingga saat ini, Posko Utama Kementan Peduli Gempa NTB juga masih terus menerima dan menyalurkan berbagai bentuk bantuan berupa telur, beras, minyak goreng, pakaian, selimut, pakan ternak, air mineral, susu, sembako, sosis, dan makanan siap saji.

Terkait dengan penanganan bidang peternakan dan kesehatan hewan, Ditjen PKH sampai saat ini masih terus memberikan bantuan dalam penanganan ternak milik warga terdampak. Tim Satgas Ditjen PKH bahkan sudah sebulan lebih pasca bencana gempa NTB ditugaskan secara bergantian disini daerah bencana.

Tim tersebut terdiri atas unsur pusat (Sekretariat Ditjen PKH, Direktorat Keswan, Kesmavet, Pakan, Bitpro, PPHNak), UPT Ditjen PKH (BBVet Denpasar, BBVet Wates, BBMSOH Gunung Sindur, BPTUHPT Denpasar, Bvet Subang, BPMSPH Bogor, BPMPP Bekasi, BET Cipelang dan BIB Lembang), serta UPT dibawah Badan Karantina Pertanian (Balai Karantina Pertanian Kelas I Denpasar dan Mataram).

Dia menyebutkan upaya-upaya yang telah dilakukan oleh Kementan melalui Ditjen PKH untuk penanganan ternak, diantaranya: Pertama, mengidentifikasi jumlah, jenis ternak dan ternak sakit (zoonosis). Kedua, merencanakan dan mengkoordinasikan upaya untuk mengatasi masalah yang mendesak akibat bencana gempa khususnya terkait bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Ketiga, Memobilisasi ternak dalam rangka evakuasi dari daerah terdampak ke daerah yang lebih aman. Keempat, inventarisasi kebutuhan pakan (konsentrat dan HPT), obat-obatan dan air minum. Kelima, Memberikan dan menyediakan Pelayanan Kesehatan Hewan, kandang penampungan sementara. Melakukan pendistribusian bantuan pakan ternak (konsentrat dan HPT) pada kelompok ternak yang sudah teridentifikasi.

Keenam, Memonitor dan mengevaluasi kegiatan penanganan bencana Gempa bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan. Ketujuh, Analisis kerugian dampak bencana khususnya dibidang peternakan (ekonomi veteriner).

Dia menerangkan Tim Satgas Ditjen PKH berkoordinasi dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB dan kabupaten terdampak (Lombok Utara, Lombok Timur dan Barat), Posko Induk Kementerian Pertanian (BPTP NTB) dan Posko Pendampingan Nasional (POSPENAS)

“Sampai saat ini Tim kami masih terus melakukan pendistribusian bantuan pakan ternak dan obat hewan kepada Kelompok Tani Ternak (KTT) terdampak, serta membantu memperbaiki fasilitas peternakan,” ungkap I Ketut.

Berdasarkan laporan ketua Tim Satgas Ditjen PKH, per tanggal 20 September 2018 jumlah ternak yang sudah teridentifikasi sebanyak 9.346 ekor dari 13 kecamatan dan 77 KTT. Masing-masing berada di 3 kabupaten yaitu Kabupaten Lombok Utara (KLU), Lombok Timur (Lotim) dan Lombok Barat (Lobat). “Kami update terus datanya, jadi kemungkinan data berubah terus,” tukas I Ketut.

Terkait bantuan pakan ternak Menurutnya, per tanggal 20 September 2018 telah didistribusikan sebanyak 72,3 ton konsentrat dan 116,6 ton pakan (pucuk tebu) dengan penyaluran 8 kali tahapan. kbc11

Bagikan artikel ini: