Kembangkan UMKM di Surabaya, MAKERFEST gandeng 30 kreator lokal

Rabu, 03 Oktober 2018 | 15:13 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: MAKERFEST, sebuah platform independen yang memiliki misi untuk mencari, mengedukasi dan menginspirasi kreator Indonesia, pada resmi diselenggarakan di Surabaya.

Sebanyak 30 kreator lokal dari Surabaya dan sekitarnya mendapatkan kesempatan untuk memamerkan dan mempresentasikan ide uniknya kepada masyarakat lewat festival MAKERFEST City Big Bang, yang diselenggarakan pada 29-30 September 2018 lalu di Lapangan Parkir Delta Plaza, Surabaya. Kreasi-kreasi yang dihadirkan di MAKERFEST Surabaya sangat beragam, mulai dari fashion, keramik, makanan, hingga beragam aksesoris berbahan dasar kayu.

William Tanuwijaya selaku Chairman MAKERFEST 2018 menjelaskan, hadirnya MAKERFEST bertujuan untuk mendorong Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), sebagai kreator lokal agar berkembang dan semakin naik kelas.

“MAKERFEST hadir sebagai panggung online dan panggung offline bagi para kreator Indonesia untuk merealisasikan dan mengembangkan ide usaha kreatif mereka. Kami berharap ajang ini mampu berkontribusi terhadap penciptaan ekosistem bisnis yang lebih kondusif, sehingga semakin banyak usaha kecil yang dapat tumbuh menjadi industri lalu dari industri menjadi brand-brand masa depan Indonesia yang mendunia,” pungkas William.

Keberadaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peranan strategis sebagai penggerak perekonomian masyarakat Indonesia. Berbagai upaya dalam menciptakan ekosistem yang kondusif bagi para pelaku UMKM terus digalakkan pemerintah, namun kompleksitas pengembangan UMKM Indonesia butuh dukungan dari berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Sebagai salah satu kota besar di Indonesia, Surabaya menjadi salah satu kota dengan pertumbuhan UMKM yang baik. Berdasarkan hasil Survei Ekonomi Sosial Nasional (Susenas) pada tahun 2008 UMKM di Surabaya berjumlah 4,2 juta. Jumlah ini terus meningkat menjadi 6,8 juta pada tahun 2012 dan menjadi 9,59 juta pada tahun 2016.

Pertumbuhan jumlah UMKM tersebut juga diikuti dengan kesadaran para kreator lokal untuk memanfaatkan teknologi sebagai sarana pengembangan bisnis. Sejak tahun 2017 sampai 2018, misalnya, Tokopedia sebagai marketplace terdepan di Indonesia mengalami peningkatan persentase jumlah merchant (penjual) dari Surabaya sebesar lebih dari 100 persen. Peningkatan tersebut juga diikuti dengan jumlah pembeli asal Surabaya yang terus meningkat.

 

Menyadari potensi tersebut, MAKERFEST ingin menjadi wadah bagi para kreator lokal Surabaya untuk memaksimalkan potensi yang dimiliki. Selain itu, MAKERFEST ingin membantu para kreator lokal untuk memperkenalkan produk mereka kepada khalayak yang lebih luas.

 

Salah satu kreator lokal Surabaya, Arik Purwanto founder Kios Terate, mengaku bahwa MAKERFEST dapat menjadi sarana promosi sekaligus kesempatan untuk saling bertukar pengalaman baik dengan kreator lain maupun dengan pembeli.

 

“Melalui MAKERFEST, saya dan para kreator lokal lainnya diberikan kesempatan untuk memperkenalkan produk kami kepada publik yang lebih luas sekaligus menerima masukan secara langsung. Ini merupakan kesempatan yang sangat baik dan harus dimanfaatkan,” jelas Arik.

 

Selain bazaar, workshop dan kompetisi, MAKERFEST bekerja sama dengan TopCommunity (sebutan komunitas seller Tokopedia) Surabaya untuk menyelenggarakan program edukasi bagi komunitas difabel yang tergabung di Tiara Handicraft. Komunitas ini memproduksi tas, dompet, dan aksesoris lainnya. Dalam kesempatan ini, MAKERFEST dan TopCommunity memberikan pelatihan, serta bantuan alat produksi.

 

Setelah hadir di 6 kota, MAKERFEST akan mendatangi 2 kota lainnya, yaitu, Denpasar dan Makassar. Di setiap kota, MAKERFEST memberikan edukasi dan pendampingan usaha sehingga kreator lokal lebih siap menghadapi berbagai peluang dan tantangan, termasuk dalam hal strategi bisnis, branding, pemasaran dan permodalan. 

 

Di puncak acara MAKERFEST pada Desember 2018, tiga kreator lokal terbaik dari Surabaya dan sekitarnya akan berkompetisi dengan 21 kreator lokal terpilih dari kota-kota lainnya. Mereka akan memperebutkan hadiah utama berupa modal usaha sebesar Rp 1 miliar, juga pendampingan usaha dalam bentuk konsultasi branding dan marketing campaign, kolaborasi eksklusif dengan influencer/pelaku industri kreatif nasional, serta akses ke pameran dan jalur distribusi internasional. kbc9

Bagikan artikel ini: