Bareng lembaga Jerman, Kadin Jatim siapkan trainer genjot kualitas lulusan SMK

Jum'at, 05 Oktober 2018 | 00:43 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur berkomitmen  meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dalam negeri. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menggelar Pelatihan Pelatih Tempat Kerja Internasional versi Dasar (Ausbildung der Ausbilder - AdAIB).

Pelatihan yang digelar bersama IHK Trier Jerman di Graha Kadin Jatim pada Kamis (4/10/2018) tersebut diikuti oleh perwakilan dunia usaha, industri manufaktur, industri jasa perhotelan dan pariwisata, industri perkeretaapian (INKA) dan dari Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Mereka disiapkan untuk menjadi instruktur pelatihan pelatih tempat kerja BKSP Jawa Timur. 

“Pelatihan ini terdiri dari empat jam pelajaran yang mencakup materi, tentang BKSP Jawa Timur sebagai lembaga penyelenggara pelatihan, dasar-dasar pendidikan orang dewasa, Didaktik dan metodik dalam pendidikan orang dewasa,  prosedur dan peraturan ujian,” ujar Ketua Umum Kadin Jawa timur La Nyalla Mahmud Mattalitti di Surabaya, Kamis (4/10/2018) petang.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa  komitmen Kadin dalam meningkatkan SDM melalui penerapan sistem pendidikan vokasi di seluruh SMK di Jatim dipicu oleh adanya persepsi yang berkembang bahwa Magang siswa SMK adalah beban perusahaan karena

Siswa dianggap belum mampu dan siap melaksanakan pekerjaaan sepenuhnya. Bahkan mereka dianggap mengganggu proses produksi atau kerja dan belum bisa memberikan keuntungan bagi perusahaan.

“Untuk itulah Kadin Jatim menganggap penting dalam menciptakan pelatih tempat kerja atau magang yang berkompeten. Mahir secara keahlian dan cerdas secara pedagogi, bisa menjadi pembimbing pembelajaran, moderator dan penyampai informasi. Karena pendampingan dan dukungan untuk peserta didik menjadi kunci dalam pengembangan kompetensi keahlian, kompetensi metodologi, kepribadian dan kompetensi sosial,” tegasnya.

Melalui langkah ini, maka sinergi dunia usaha dan dunia pendidikan secara langsung bisa dirasakan manfaatnya. “Setidaknya bisa menyamakan persepsi dan penyesuaian program antara sekolah dan perusahaan sehingga mampu memperkuat hubungan yang saling menguntungkan antara sekolah dengan perusahaan atau dunia usaha/dunia industri,” tegasnya.

Beberapa kemanfaatan yang didapatkan diantaranya adalah peningkatan kualitas lulusan yang siap kerja. Memenuhi kebutuhan tenaga ahli yang berkualifikasi. Dan mengurangi tingkat pengangguran terbuka di Surabaya dan Jatim. Selain itu juga mampu meningkatkan kesejahteraan dan mengurangi konflik sosial serta meningkatkan daya saing.

Sementara data Badan Pusat Statistik Jawa Timur menunjukkan bahwa keadaan tenaga kerja Jawa Timur Februari 2018, Penduduk usia 15 tahun  ke atas tercatat sebesar 30,57 juta orang. Diantaranya  terdapat 21,00 juta orang adalah angkatan kerja, bertambah sebanyak 110 ribu orang dalam setahun ini. Penduduk yang bekerja mencapai 20,20 juta orang, selebihnya 809,45 ribu orang masih menganggur. 

Lulusan SMK menjadi fokus kadin jatim untuk mendorong mereka agar bisa menjadi siswa yang berkompeten, berdasarkan data BPS per Februari 2017, tingkat pengangguran terbuka berdasarkan pendidikan tertinggi adalah lulusan SMK dengan kontribusi sekitar 9,27 persen dan SMA sebesar 7,03 persen. Selanjutnya Diploma I/II/III 6,35 persen, SMP 5,36 persen, PT 4,58 persen dan SD 3,54 persen.kbc6

Bagikan artikel ini: