Solusi bisnis agro 4.0, ALGriz rangkul Kadin Jatim

Selasa, 09 Oktober 2018 | 21:20 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: ALGriz siap berkolaborasi dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur mengembangkan konsep lelang produk pertanian on-line. Diharapkan  melalui penetrasi teknologi membentuk bisnis agro yang efisien dan peningkatan pendapatan dari sisi petani.   

Direktur utama PT. Convergence Global sekaligus founder aplikasi pertanian berbasis digital ALGriz Rinaldi Napitupulu di Jakarta, Selasa (9/10/2018)  menuturkan kolaborasi ini sebagai dorongan pemanfaatan teknologi di sektor agroindustri dan agrobisnis.  Aplikasi ini akan diluncurkan dalam Indo Agro “Indonesia Agriculture ,Fishery, Livestock and Plantatation International Expo 2018” di Banyuwangi pada 11-16 Oktober .

Rinaldi menambahkan Banyuwangi juga akan menjadi salah satu destinasi para delegasi dalam pertemuan Tahunan IMF dan Bank Dunia ,di Bali sejak 8-14 Oktober mendatang . Salah satu isue mengintegrasikan agrobisnis dan agrikultur sehingga memberikan impact positif terhadap penguatan ekonomi nasional.

"Kami juga akan terlibat dalam lelang konvensional, karena dalam pengalaman kami di Jawa Timur sering terjadi lelang produk panen di mana dalam dua hari pelaksanaan bisa mencapai Rp 84 miliar, dan dihadiri Bappebti," timpal Irfan Nugroho co-founder ALGriz.

Untuk tahap awal, Nugroho menargetkan setidaknya 100 peserta lelang setiap lapak seperti yang telah terjadi di beberapa sentra lelang panen di Jawa Timur. Konsep lelang tersebut rencananya juga akan dibawa ke bentuk online untuk menjangkau pasar yang lebih besar.

Menurutnya sistem pelelangan yang dilakukan Kadin Jatim sudah cukup baik dan solid sehingga dijadikan percontohan bagi Algriz. Kadin Jatim sedikitnya telah menggelar lelang agro lebih dari lima kali.

Nantinya, selain melakukan transaksi secara offline, para mitra juga bisa bertransaksi secara online dengan Algriz. Bahkan dengan cakupan yang jauh lebih luas.

Nugroho menambahkan Kabupaten Banyuwangi dan Trenggalek menjadi pilot project  POLA AGRO 4.0. Kemajuan sektor agrobisnis di kedua kabupaten tersebut tidak terlepas dari dukungan dari Pemerintah Daerahnya.  

Contohnya  Banyuwangi, sejumlah komoditas pertanian unggulan yang dapat ditawarkan seperti beras aromatik, buah naga dan jeruk. Badan Usaha Milik Negara PT Sarinah (Persero) siap menjadi pasar produk agribisnis dari Banyuwangi. Untuk mempercepat distribusi produk agro,  Algriz bekerjasama dengan Kereta Api Indonesia logistik yang telah memenuhi simpul dari ujung Banyuwangi hingga Banten dengan waktu tempuh tidak melebihi 17 jam.

AlGriz juga mengembangkan sistem bisnis crowdfunding proyek agrikultur.Pihaknya akan menjaring pendanaan namun memberikan potensi untung yang besar.

Penyuluh pertanian akan dijadikan pendamping dan marketing berbasis digital. "Justru  orang ingin mencari alternatif investasi, untuk perkebunan mereka ingin mulai dari yang kecil  dahulu dan tidak besar-besar," pungkasnya.kbc11

Bagikan artikel ini: