Pemerintah bangun 333 unit sekolah darurat di Sulteng

Kamis, 11 Oktober 2018 | 10:41 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Direktur Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKLK), Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Ditjen Dikdasmen), Poppy Dewi Puspitawati mengatakan, Kemendikbud menyiapkan bangunan ruang-ruang belajar darurat yang terdiri atas dua jenis berupa tenda dan bangunan semi permanen untuk korban bencana di Sulawesi Tengah (Sulteng).

Ia menyebutkan, pertama dari tenda darurat sesuai standar United Nations Children`s Fund (UNICEF) yang berwarna putih disertai ventilasi. Kedua, bangunan darurat yang dibuat dari kayu atau bambu beratapkan terpal dengan kapasitas tujuh ruang kelas.

Ruang-ruang belajar darurat tersebut diprioritaskan untuk ditempatkan di titik-titik dekat lokasi pengungsian tempat berkumpulnya anak-anak.

"Dari Kemdikbud kami menyiapkan 333 unit sekolah darurat dengan kapasitas tujuh ruang. Kemudian tenda darurat sudah kami kirimkan sebanyak 20 unit. Dan nanti kami akan mendapatkan bantuan tenda dari UNICEF sejumlah sekitar 300 unit," kata Poppy berdasarkan siaran Pers diterima Suara Pembaruan, Kamis(11/10).

Poppy juga menambahkan, dengan akan kembali belajar, penanganan psikososial juga terus dilakukan bersama berbagai lembaga untuk memulihkan kondisi siswa, guru, dan tenaga kependidikan. Kemdikbud melakukan kegiatan pemutaran film edukatif, juga membagikan paket buku-buku cerita, alat permainan edukatif untuk mengembalikan semangat belajar anak-anak.

Selain itu, Kemdikbud segera menerbitkan peraturan terkait Satuan Pendidikan Aman Bencana sebagai bagian dari upaya membangun budaya ketahanan bencana sejak dini dan sistematis. Edukasi tentang ketahanan bencana diharapkan dapat dilakukan melalui sekolah-sekolah dengan melibatkan berbagai pihak seperti Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

"Minimal kita mendapat pemahaman, baik guru, siswa, dan orang tua, tentang bagaimana dan apa yang harus dilakukan sebelum bencana, pada saat bencana, dan pascabencana," ujar Poppy.

Sementara terkait dengan pembangunan kembali fasilitas pendidikan, Kemdikbud bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) akan membangun sekolah baru untuk menggantikan sekolah yang kategori rusak berat.

Namun, pembangunan sekolah tersebut masih menunggu rekomendasi terkait lokasi yang dinyatakan aman. "Termasuk juga kami mengupayakan agar letak sekolah dekat dengan wilayah tempat tinggal penduduk," kata Poppy. kbc10

Bagikan artikel ini: