Pakde Karwo: Madrasah Diniyah perlu kembangkan pendidikan vokasional

Kamis, 18 Oktober 2018 | 21:54 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Materi pendidikan Madrasah Diniyah (Madin) harus ditambah salah satunya adalah dengan adanya ekstrakulikuler vokasi. Tujuannya adalah menciptakan lulusan madin yang memiliki ilmu agama, juga dibekali dengan kemampuan sehingga ketika lulus bisa langsung bekerja.

    

Dalam prakteknya, siswa Madin akan diberikan materi pendidikan vokasi sebanyak dua hari dalam sepekan.  Hal semacam ini harus dilakukan, untuk menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berdaya bersaing.  Siswa madin akan diberikan pilihan ekstrakulikuler sesuai bidang minatnya seperti  teknologi,  kesehatan, tata boga, tata busana, pariwisata, seni rupa, agrobisnis dan agro  teknologi,  dan perikanan kelautan.

”Dengan mengikuti ekstrakulikuler vokasi, para siswa madin akan memperoleh sertifikat dari Badan Standarisasi  Nasional (BSN) sebagai tanda memiliki kompetensi disuatu bidang,” ujar Gubernur Jatim, Soekarwo saat memberikan Kuliah  Perdana Mahasiswa Program Kualifikasi Akademik Guru Madrasah Diniyah di Jawa Timur Tahun 2018 di Gedung Islamic Center, Surabaya, Kamis (18/10/2018).

Soekarwo menjelaskan Pemprov Jatim juga mendirikan SMK Mini di Pondok Pesantren (PP) sebagai  bentuk  mengembangkan  kualitas SDM.  Melalui SMK mini,  Pemprov Jatim juga ikut meningkatkan keterampilan para santri agar pascamondok mereka tidak kesulitan mencari pekerjaan.  Jumlah SMK Mini di Jatim ada  sebanyak  264. ”Pemprov Jatim melalui bantuan BOSDA SMK Mini menargetkan pada tahun 2018 ini ada 50 ribu siswa SMK Mini, dengan  bantuan per siswa sebesara RP. 500 ribu,” ungkapnya.

Pakde Karwo mengatakan, selain meningkatkan kualitas para siswa Madin,  Pemprov Jatim juga berupaya meningkatkan kualitas  akademik guru madin, agar ilmu yang diberikan  kepada siswanya bisa berkembang. Peningkatan kualitas tersebut dilakukan dengan memberikan beasiswa  kualifikasi  Akademik Strata 1 (S1)  kepada guru Madin. 

Para guru Madin disekolahkan di  Perguruan Tinggi Keagamaan  Islam Negeri  dan swasta yang ada di Jatim. Pemberian beasiswa bagi guru Madin dimulai pada tahun  2006, sampai dengan Tahun 2018 secara keseluruhan jumlah guru Madin yang diberikan beasiswa sekolah S1 sebanyak  11.922 orang, dengan  jumlah yang lulus mencapai  7.595  orang.

”Pada Tahun 2019, Pemprov Jatim juga merencanakan akan memberikan beasiswa  kualifikasi akademi strata 2 (S2) kepada guru Madin yang telah menyelesaikan kuliah S1,” jelas Pakde Karwo. 

Pada kesempatan yang sama Gubernur Jatim juga menuturkan, sejak tahun 2010 Pemprov Jatim  juga memberikan  bantuan  operasional  sekolah dasar Madin. Tujuannya untuk memberikan  bantuan biaya operasional  penyelenggaraan  pendidikan sesuai  dengan  kebutuhan  mendasar  dan pokok  bagi santri. Setiap bulannya  diberikan bantuan sebesar  Rp. 15 ribu bagi  Santri Ula,  Rp. 25 ribu bagi santri  wustho dan  Rp. 300 ribu bagi guru atau ustad yang mengajar.”Setiap tahun setidaknya ada 1 juta Ula,  Wustho,  dan ustad/guru yang diberikan bantuan oleh Pemprov Jatim," pungkasnya.kbc6

Bagikan artikel ini: