Swasta diminta ikut berperan perkuat daya saing UKM

Jum'at, 19 Oktober 2018 | 07:45 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Sektor swasta, khususnya korporasi besar diharapkan berkontribusi lebih banyak dalam pemberdayaan sektor Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Tanah Air. Pasalnya sektor ini merupakan tulang punggung ekonomi nasional yang bisa bertahan bahkan di saat Indonesia mengalami krisis ekonomi.

Direktur Eksekutif Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Danang Girindrawardana mengatakan, dalam menciptakan UKM yang kuat dan berdaya saing, sinergi dan kolaborasi antara pemerintah dengan sektor swasta sangat dibutuhkan.

Sebab, lanjut dia, pelaku usaha khususnya yang berskala besar memiliki kemampuan dan jejaring untuk membantu pengembangan sektor ini.

"Untuk merealisasikannya, pendampingan dan pengembangan kapabilitas jangka panjang menjadi kunci. Bukan hanya dalam bentuk pelatihan dari hulu ke hilir, namun juga perlu ditindaklanjuti dengan membuka pasar untuk mereka," ujar dia di Jakarta, Kamis (18/10/2018).

Sementara itu, Head of Commercial Business Development PT HM Sampoerna Tbk Henny Susanto menyatakan, dukungan terhadap UKM merupakan bentuk investasi jangka panjang bagi perusahaan.

Sebagai bukti konkret, Sampoerna melalui Sampoerna Retail Community (SRC) sejak 2008 telah mengembangkan 57 peritel dan terus berkembang menjadi lebih dari 60 ribu peritel di 2018 dan tersebar di 408 kabupaten/kota.

"Dukungan yang kami berikan dapat menumbuhkan kesadaran dan semangat para peritel tradisional untuk terus mengembangkan bisnis yang mereka miliki,” kata dia.

Menurut Henny, SRC merupakan program pembinaan Sampoerna terhadap peritel tradlslonal melalui edukasi penataan toko, strategi pemasaran, dan manajemen keuangan.

”Selain best practice dari internal perusahaan, banyak pula terapan ilmu pemasaran yang dibagikan kepada para mitra anggota SRC termasuk sharing session di bidang pemasaran," tandas dia.

Diharapkan SRC dan PPK Sampoerna dapat tumbuh menjadi ekosistem UKM yang secara nyata mampu memperkuat ekonomi kerakyatan Indonesia, menggerakkan perekonomian lokal, serta memberdayakan masyarakat sekitar. 

"Ke depannya, Sampoerna ingin merangkul lebih banyak lagi pemangku kepentingan agar cakupan manfaat dari program pemberdayaan yang kami inisiasi bisa merata di seluruh Indonesia," tutur Elvira. 

Data dari Kamar Dagang dan lndustri (Kadin) Indonesia pada 2016 menunjukkan dalam lima tahun terakhir, kontribusi sektor UKM terhadap produk domestik bruto (PDB) meningkat dari 57,84 persen menjadi 60,34 persen.

Sementara itu, penyerapan tenaga kerja dari sektor UKM juga tumbuh dari 96,99 persen menjadi 97,22 persen. Hal ini menunjukkan peran UKM semakin strategis dalam mendukung perekonomian Indonesia. kbc10

Bagikan artikel ini: