Kadin Jatim dan PUM Netherland lanjutkan program pendampingan sektor agro di Batu

Sabtu, 20 Oktober 2018 | 20:20 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Kadin jatim dibawah kepemimpinan La Nyalla Mahmud Mattalitti kembali melanjutkan program Expert PUM di Kota Batu untuk peningkatan sektor agribisnis atau pertanian.

Setelah pada program pertama, menitikberatkan pada pendampingan dalam peningkatan produksi apel melalui teknik budidaya yang baik, maka kali ini lebih menitikberatkan pada proses pasca panen, atau pengembangan Usaha Kecil Menengah (UKM) pengolahan produk hortikultura.

“Akan terus kami lanjutkan. Pendampingan peningkatan kualitas produksi apel sudah berjalan dan sekarang kami berkonsentrasi pada teknik pasca panen atau pengembangan UKM pengolahan produk hortikultura,,” ujar Ketua Kadin Jatim, La Nyalla Mahmud Mattalitti di Surabaya, Sabtu (20/10/2018).

Menurutnya, ada beberapa hal yang dinilai patut dicermati dan dilakukan evaluasi, diantaranya adalah perubahan kondisi cuaca yang cukup ekstrim, termasuk manajemen kondisi sosial ekonomi masyarakat, dan pengolahan pasca panen.

.

Untuk pengolahan pasca panen, Kadin Jatim bersama PUM Netherland akan melakulan pendampingan UMKM dan IKM Agro dan turunannya dalam pembelajaran penanganan pasca panen, Foodgreat, taste, packaging, networking market.

“PUM Netherland sepakat mendorong KADIN Institute untuk bukan saja sebagai Knowledge Center saja, tapi mengembangkan ke arah Business Incubator,” lanjutnya.

Menurut La Nyalla, peningkatan UKM dan IKM agro harus dilakukan. Karena sektor ini telah terbukti berkontribusi besar terhadap peningkatan pertumbuhan ekonomi Jatim.

Berdasarkan sensus ekonomi nasional, populasi UMKM Jatim tumbuh dari 6,8 juta pada tahun 2012, menjadi 9,59 juta pada 2017. “Dari 9,59 juta UMKM tersebut, sebanyak 4,61 juta UMKM di sektor non pertanian, dan 4,98 juta UMKM di pertanian,” tandasnya.

Data Badan Penanaman Modal Jatim menunjukkan, realisasi investasi di Jatim tahun 2017 yang dari sektor UMKM mencapai sebesar Rp 152,39 triliun. Sementara pada semester I /2018 mencapai sebesar Rp 95,95 triliun, naik 22,87 persen dari periode yang sama tahun 2017. “UMKM di Jatim ini sudah berada di jalan yang tepat,” ujar Soekarwo dalam kesempatan yang berbeda.

Selama 2017, kontribusi UMKM terhadap total investasi mencapai 56,34 persen. Pada semester I 2018 naik menjadi 74,36 persen. Peningkatan ini sejalan dengan pesatnya pertumbuhan UMKM di Jatim.

Seperti diketahui, sejak akhir 2017, Kadin Jatim bekerjasama dengan PUM Netherland untuk pengembangan apel di Batu. Kadin Jatim ingin menjadikannya sebagai lahan percontohan pertanian terintegrasi, yang mencakup pengembangan lahan apel dan pengolahan pasca panen, pengembangan peternakan, pengolahan sampah dan kotoran ternak menjadi pupuk dan biogas serta training center. Secara keseluruhan, lahan seluas 8 hektar ini akan dikonsep menjadi destinasi wisata dan edukasi.kbc6

Bagikan artikel ini: