Kementerian PUPR klaim 850.000 unit program sejuta rumah terbangun di 2018

Senin, 22 Oktober 2018 | 09:38 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah mencapai pembangunan rumah sebanyak 850.000 unit hingga pertengahan Oktober 2018.

Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Khalawi A.H mengatakan hingga kini sekitar 850.000 unit rumah telah terbangun dan optimis target program satu juta rumah akan tercapai pada tahun ini.

"Kinerja Program Sejuta Rumah, pada 2015 mencapai sekitar 700.000 unit, pada 2016 mencapai 800.000 unit, pada 2017 mencapai 900 u, dan pada tahun 2018 ini kita optimis bisa mencapai Sejuta unit rumah, dan sd pertengahan oktober ini sdh mencapai 850.000 unit," ujar Khalawi kepada Bisnis, Minggu (21/10/2018).

Bahkan dengan keoptimisan program satu juta rumah akhirnya benar dapat terealisasi pada tahun ini, Khalawi menargetkan pada 2019 untuk membangun rumah melebihi Sejuta unit rumah.

Khalawi mengatakan backlog perumahan selama empat tahun terakhir pun telah berkurang sekitar 3,2 juta dari total 11,4 juta pada 2014 menjadi 8,2 juta penduduk.

Hingga kini pengembangan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah pun masih terdapat beberapa kendala yang kerap dijumpai baik dari pengembang maupun pemerintah, yaitu kelangkaan lahan murah, lamanya proses perizinan di beberapa daerah, lokasi perumahan yang semakin jauh dari pusat kegiatan, dan kenaikan harga bahan bangunan.

Khalawi mengatakan Kementerian PUPR telah melakukan beberapa upaya untuk membantu mempercepat realisasi pembangunan rumah untuk program sejuta rumah, seperti membentuk land banking system, mendorong daerah untuk mempermudah perizinan perumahan melalui penerbitan PP 64/2016 tentang kemudahan perizinan, mendorong pembangunan kota baru dan KPBU dalam pembangunan perumahan, dan mengembangkan teknologi bahan juga metode pembangunan rumah murah seperti Risha, Rumah Instan Sederhana Sehat.

Adapaun progres anggaran pada Ditjen Penyediaan Perumahan dan Ditjen Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR telah terserap sekitar 60% hingga pertengahan Oktober.

"Ini [anggaran Kementerian PUPR] juga bagian dari 50% anggaran Pemerintah Pusat dalam mendukung program sejuta rumah," papar dia.

Khalawi juga akan mendorong pengembang swasta untuk melakukan pengembangan rumah bersubsidi salah satunya dengan menggodok sistem kerjasama antara pemerintah dan badan usaha (KPBU) yang ditargetkan dapat diaplikasi pada 2019.

Selain itu, Kementerian PUPR juga tengah menggodok konsep pembiayaan Mikro, yaitu pembangunan berbasis komunitas dengan pembiayaan mikro yang masih dalam tahap perbincangan. kbc10

Bagikan artikel ini: