Incar menengah atas, penjualan kondominium Graha Golf tak terpengaruh pasar

Kamis, 25 Oktober 2018 | 19:08 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Segmen menengah atas dipercaya memiliki potensi besar untuk pasar properti di Tanah Air, di tengah belum membaiknya kondisi pasar. Hal ini pula yang ikut mendongkrak penjualan proyek terbaru dari PT Intiland Development Tbk, yakni kondominium Graha Golf Surabaya.

Terbukti, sejak diluncurkan pertama kali pada tahun 2016, saat ini penjualan hunian vertikal ini sudah mencapai 86 persen. Padahal, harga yang ditawarkan terbilang premium, yakni di kisaran Rp 4,5 miliar untuk tipe 3 bedroom.

"Dari total 182 unit yang ada di kondominium Graha Golf, saat ini tersisa 26 unit yang belum terjual. Kami tetap optimistis sisa unit akan terjual ketika proyek itu sudah rampung," kata Wakil Presiden Direktur dan Chief Operating Officer PT Intiland Development Tbk Sinarto Dharmawan usai acara topping off kondominium Graha Golf di Spazio Surabaya, Kamis (25/10/2018).

Topping off alias penutupan atap sendiri untuk tower 1 dan 2 kondominium Graha Golf di kawasan Perumahan Graha Family Surabaya. Dua tower itu bagian dari enam tower yang rencananya akan dibangun.

Pada pengembangan tahap pertama, perusahaan properti ini membangun dua tower kondominium setinggi 23 lantai di lahan seluas 7.500 meter persegi. Masing-masing tower memiliki 91 unit dengan dua tipe, yakni tiga kamar tidur dengan luas bangunan 122 meter persegi dan empat kamar tidur dengan luas bangunan 138 meter persegi.

"Kondisi makro ekonomi yang sedang kurang bagus memang ada dampaknya bagi sektor properti. Hanya saja, pangsa pasar Intiland itu spesifik, yakni orang-orang yang memang membutuhkan tempat tinggal dan sebagian besar konsumen lama yang tinggal di Perumahan Graha Family. Segmen menengah atas ini yang saya kira tidak terpengaruh dengan kondisi pasar," ujar Sinarto.

Didampingi Marketing Director Intiland Grande Harto Laksono, ia menambahkan bahwa secara umum kondisi pasar properti di Surabaya masih cukup berat, relatif sama dengan kondisi pasar properti secara nasional. Namun, potensi pertumbuhan pasar properti di Surabaya masih sangat baik.

Sebagai kota terbesar kedua di Indonesia dan sekaligus pusat perekonomian serta bisnis untuk kawasan Indonesia bagian timur, Sinarto menilai perekonomian Kota Surabaya selalu tumbuh positif. Kondisi ini mampu memberikan ceruk dan potensi pertumbuhan yang baik bagi sektor properti.

"Untuk unit di Graha Golf, rencananya akan diserahkan kepada pembeli pada akhir 2019. Setelah itu kami lanjutkan pembangunan tower ketiganya," tambah Sinarto.

Ia juga menambahkan, kesuksesan penjualan unit kondominium Graha Golf, selain dipengaruhi lokasinya yang prestisius, juga karena konsep pengembangannya, yang menawarkan banyak nilai tambah bagi para konsumen. Lokasinya yang berada di tengah padang golf, menawarkan konsep hunian dengan lingkungan dengan pemandangan yang luas. Desainnya sengaja dibuat menyerupai bentuk "kupu-kupu", sehingga memberikan panorama padang golf yang lebih luas di setiap unitnya.

Kondominium Graha Golf menawarkan privasi dan kenyamanan lebih bagi penghuninya karena hanya menyediakan empat unit di setiap lantainya. Untuk memenuhi kebutuhan dan gaya hidup para penghuninya, tersedia beragam fasilitas seperti ritel pendukung, kolam renang, fitnes beserta ruang yoga, tempat bermain anak, dan taman tematik. Selain itu Graha Golf juga dilengkapi dengan fasilitas sistem keamanan terpadu dan akses personal.

"Kami terus berinovasi memberikan produk-produk properti terbaik bagi masyarakat. Surabaya menjadi salah satu kota penting bagi pertumbuhan bisnis Intiland. Dalam beberapa dekade terakhir, kami telah sukses mengembangkan beragam produk properti, seperti kawasan perumahan, apartemen, perkantoran, ritel, dan kawasan industri. Mempertimbangkan ceruk pasar tersebut, kami akan terus mengembangkan proyek properti baru di Kota Surabaya," papar Sinarto  kbc7

Bagikan artikel ini: