Menengok kemandirian Desa Kaliploso Banyuwangi

Minggu, 28 Oktober 2018 | 06:53 WIB ET

BANYUWANGI, kabarbisnis.com: Banyuwangi terus berbenah. Etos kerja disertai daya kreativitas yang tinggi dalam mengemas dan mempromosikan sektor pariwisata telah membawa Banyuwangi menjadi salah satu kabupaten yang patut diperhitungkan di kancah nasional. 

Kegigihan Bupati Banyuwangi Azwar Anas dalam meningkatkan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata tersebut telah mendapat dukungan penuh dari seluruh kepala desa di Banyuwangi. Mereka berbondong-bondong ikut menumbuhkembangkan sektor tersebut hingga desa mereka menjadi desa mandiri dengan banyak potensi yang bisa dijual, seperti Desa Kaliploso.

Dalam rangka mendukung program prioritas Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT), Desa Kaliploso berupaya mendorong untuk memunculkan produk unggulan Desa, dengan mengajak masyarakat untuk saling berkolaborasi dalam berbagai kegiatan.

Kepala Desa Kaliploso Kabupaten Banyuwangi, Rudi Hartono telah menginisiasi dan mensosialisasikan kegiatan festival dan beberapa program optimalisasi potensi Desa. Masyarakat diajak secara aktif berpartisipasi dalam  bermusyawarah untuk menemukenali potensi produk unggulan pertanian Desa untuk dituangkan dalam wadah festival.

“Untuk tahun 2018 ini saja ada tiga festival yang digelar oleh Desa Kaliploso diantaranya Kaliploso Horty Carnival l, Obrolan Jeruk Manis, Festival Kampung Rijig dan ada juga Festival Kambing Hias. Semua kegiatan kami fokuskan untuk peningkatan sektor pertanian. Kami ingin desa kami dikenal sebagai desa wisata agro,” tegas Rudi Hartono ditemui di sela acara “Obrolan Jeruk Manis”, Banyuwangi, Sabtu (27/10/2018).

Lebih jauh ia mengungkapkan bahwa Kaliploso Horty Carnival I adalah kegiatan gebyar potensi Desa dan parade hasil hortikultura. Kegiatan ini dalam rangka publikasi dan menumbuhkan semangat pertanian hortikultura, sekaligus memantapkan kedirian Desa Kaliploso sebagai Desa hortikultura.

“Selanjutnya potensi desa yang ada kami mantapkan dengan program Obrolan Jeruk Manis, yaitu kegiatan Gebyar Desa yang menyuguhkan hasil potensi pertanian hortikultura dalam bentuk buah, sayur bahkan hasil olahan pasca panen petani hortikultura desa,; ujarnya.

Selain itu Pemerintah Desa juga berinovasi melalui beberapa program penunjang lainya di tahun 2018, antara lain pemberdayaan BUMDES untuk menopang kebutuhan masyarakat, peningkatan fungsi tanah kas Desa menjadi sarana prasarana olahraga (Sorga Desa) serta Turusisasi bahu jalan Desa sebagai langkah reboisasi dan bernilai ekonomi. 

“Selain itu, kami juga menjadikan sungai sebagai sarana pancing dan menabur benih di sungai. Ini juga adalah langkah inovatif Pemerintah Desa dalam rangka mengurangi dan menertibkan masyarakat untuk melakukan kegiatan MCK di sungai,” tambahnya. 

Rudi mengaku, Festival Desa yang menjadi salah satu wahana media promosi produk unggulan desa sejauh ini telah berhasil menggerakkan gairah ekonomi masyarakat sehingga banyak bermunculan unit-unit Bumdes, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan munculnya wirausaha baru dari produk hasil pertanian.

“Tahun depan kami mulai pembangunan Agrowisata desa. Lahan seluas 4.5 hektar sudah siap dan saat ini masih dalam proses layout desain. Target kami awal tahun depan sudah mulai pembangunannya. Ini sebagai langkah penguatan kedirian dan karakter desa kaliploso sebagai desa Hortikultura,” pungkasnya.kbc6

Bagikan artikel ini: