Lippo Karawaci cetak pendapatan Rp8,6 triliun

Jum'at, 02 November 2018 | 13:27 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) membukukan pendapatan sebesar Rp 8,6 triliun pada kuartal III/2018, meningkat 15 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Perusahaan properti itu mencetak laba bersih sebesar Rp 470 miliar, menurun 25 persen dibandingkan hasil sembilan bulan tahun 2017, terutama disebabkan oleh rugi selisih kurs yang belum terealisasi sebesar Rp 1,35 triliun.

"Pertama-tama, kami dengan senang mengumumkan bahwa transaksi penjualan unit First REIT sudah selesai di akhir bulan Oktober, lebih awal dari perkiraan semula. Kemudian, perlu diketahui bahwa per kuartal kedua 2018, proyek Meikarta telah didekonsolidasi dari Lippo Cikarang. Oleh karena itu, Lippo Karawaci juga telah mendekonsolidasikan Meikarta. Sejauh ini, prapenjualan perseroan selama sembilan bulan tahun 2018 mencapai Rp1,13 triliun atau lebih dari dua kali lipat dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 521 miliar. Patut dicatat bahwa angka-angka prapenjualan ini tidak termasuk proyek Meikarta. Untuk jangka panjang, pasar properti di Indonesia tetap merupakan sektor yang sangat menarik untuk investasi," kata Presiden Direktur LPKR, Ketut Budi Wijaya, dalam siaran pers hari ini.

Pendapatan recurring LPKR terus tumbuh dan mencatat pertumbuhan sehat sebesar 12 persen YoY menjadi Rp 5,8 triliun atau sebesar 67 persen dari total pendapatan konsolidasi untuk periode sembilan bulan tahun 2018.

Pendapatan divisi usaha Residential & Urban Development meningkat sebesar 23 persen YoY menjadi Rp 2,8 triliun dari Rp 2,3 triliun, terutama disebabkan oleh peningkatan pendapatan Urban Development sebesar 62 persen YoY menjadi Rp 2,1 triliun.

Divisi kesehatan melaporkan pertumbuhan yang stabil, dengan PT Siloam Hospitals International Tbk (SILO) melaporkan pertumbuhan pendapatan sebesar 13 persen YoY menjadi Rp 4,4 triliun. Penerimaan pasien rawat inap naik sebesar 11 persen YoY, sementara kunjungan rawat jalan tumbuh sebesar 11 persen YoY. Di bulan September 2018, SILO telah membuka sebuah rumah sakit baru di Semarang, Jawa Tengah dan ini merupakan rumah sakit yang ke 34.

Pendapatan divisi Komersial yang terdiri dari Mal Ritel & Hotel, sedikit meningkat sebesar 5 persen YoY menjadi Rp 576 miliar terutama karena penurunan pendapatan divisi Mal Ritel sebesar 12 persen YoY menjadi Rp 250 miliar. Sementara itu, pendapatan Hotels meningkat sebesar 23 persen YoY menjadi Rp 326 miliar.

Pendapatan divisi Manajemen Aset meningkat sebesar 14 persen YoY menjadi Rp 809 miliar terutama disebabkan oleh berkembangnya aset yang dikelola.

LPKR adalah perusahaan publik properti terbesar di Indonesia berdasarkan total aset dan pendapatan, yang didukung oleh land bank yang luas dan basis pendapatan recurring yang kuat. Bisnis LPKR terdiri atas Residential/Townships, Retail Malls, Hospitals, Hotels dan Asset Management. LPKR mengembangkan kawasan perumahan, industri, komersial, serta ritel properti di seluruh Indonesia. LPKR melalui anak-anak usahanya mengelola dan mengoperasikan rumah sakit, mal dan hotel di kota-kota besar di Indonesia serta menyediakan berbagai layanan infrastruktur bagi para penduduk di kota kota mandiri LPKR, dan jasa manajemen properti serta jasa manajemen REIT.

Melalui dua anak perusahaan publik utama, PT Lippo Cikarang, Tbk (LPCK) dan PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk (GMTD), di mana LPKR memiliki masing-masing 54,4 persen dan 62,7 persen, LPKR telah mengembangkan dan saat ini mengelola kawasan perkotaan di Lippo Cikarang di Bekasi dan di Tanjung Bunga di Makassar. Selain itu, LPKR memiliki 51,05 persen dari PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO), jaringan rumah sakit swasta terbesar di Indonesia, yang saat ini mengelola dan mengoperasikan 34 rumah sakit moderen di 25 kota tersebar di seluruh negeri, yang terdiri atas 12 rumah sakit di Jabodetabek dan 22 rumah sakit lainnya yang tersebar di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali dan Nusa Tenggara yang didukung oleh lebih dari 2.700 dokter spesialis dan dokter umum serta lebih dari 10,000 perawat dan staf medis.

LPKR telah mendirikan dan mensponsori dua REIT yang tercatat di Bursa Efek Singapura, yaitu First Real Estate Investment Trust (First REIT) dan Lippo Malls Indonesia Retail Trust (LMIR Trust). LPKR tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan kapitalisasi pasar IDR 6,7 triliun, atau sekitar USD 440 juta per 30 Oktober 2018. kbc9

Bagikan artikel ini: